Modal Kecil Untung Besar? Pilih Reksa Dana Pasar Uang Aja!
“Dengan modal yang relatif terjangkau, reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi dengan risiko lebih stabil. Kenali keunggulan dan cara kerjanya agar potensi keuntungan tetap optimal meski dimulai dari dana terbatas.”
Kebanyakan orang memanfaatkan bank hanya untuk mengirim, menerima, dan menyimpan uang. Padahal, fungsi bank lebih luas dari itu. Bank juga bisa menjadi perantara investasi, salah satunya melalui reksa dana pasar uang.
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami arti investasi. Investasi adalah penanaman modal dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Hasilnya dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti membangun rumah, melanjutkan pendidikan, atau membuka usaha. Bahkan, investasi juga bisa menjadi sumber pemasukan pasif serta membantu melindungi nilai aset dari inflasi.
Meski menawarkan banyak manfaat, setiap produk investasi tetap memiliki risiko. Karena itu, penting untuk memilih instrumen yang sesuai dengan pengetahuan dan profil risiko Anda. Hindari berinvestasi pada produk seperti valuta asing, emas, properti, atau saham tanpa pemahaman yang cukup, karena kesalahan kecil dapat menimbulkan kerugian.
Jika Anda ingin memiliki investasi namun khawatir dengan risiko yang ada atau masih merasa belum cukup mumpuni untuk memiliki investasi, Anda bisa meminta bantuan bank untuk mengelola dana Anda dengan memilih instrumen investasi reksa dana pasar uang.
Apa Itu Reksa Dana Pasar Uang?
Masih sedikit orang yang mengetahui apa itu reksa dana pasar uang. Dasarnya, reksa dana merupakan produk investasi yang berasal dari kumpulan dana masyarakat pemodal dan diolah menjadi investasi dalam bentuk portofolio efek, seperti saham, obligasi, pasar uang ataupun efek lainnya. Ada berbagai macam jenis reksa dana, yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Terproteksi, Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Index (RDI), dan Reksa Dana Saham.
Dari berbagai jenis reksa dana, reksa dana pasar uang lah yang memiliki tingkat risiko yang lebih minim dibandingkan reksa dana lainnya. Dengan memilih berinvestasi menggunakan reksa dana pasar uang, dana yang Anda investasikan akan 100% diolah menjadi instrumen pasar uang, seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Obligasi dengan masa batas waktu tidak lebih dari satu tahun. Reksa dana pasar uang memiliki berbagai keunggulan sebagai berikut.
- Keuntungan yang Stabil
Untuk mewujudkan kebutuhan masa depan yang sudah direncanakan, Anda perlu memperkirakan berapa dana yang akan dikeluarkan nanti sehingga Anda membutuhkan jenis reksa dana yang memberikan angka keuntungan relatif tetap. Oleh karena itu, reksa dana pasar uang merupakan pilihan yang tepat.
Reksa dana pasar uang memiliki sifat keuntungan yang cenderung tidak fluktuatif dan tidak terguncang oleh kondisi ekonomi global. Investasi ini sangat sesuai untuk Anda yang merupakan investor pemula dan ingin berinvestasi jangka pendek.
- Suku Bunga Lebih Tinggi
Dibandingkan dengan deposito, reksa dana pasar uang memiliki keuntungan yang lebih tinggi. Hal ini dapat terjadi karena keuntungan yang didapatkan dari reksa dana pasar uang berasal dari kenaikan nilai aset-aset di dalamnya. Semakin tinggi kenaikan nilai aset, semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapatkan. Sedangkan, suku bunga di deposito sudah ditetapkan dari awal sehingga tidak akan ada peningkatan keuntungan.
- Dana yang Mudah Dicairkan
Apabila Anda menyimpan dana tabungan di deposito, Anda harus menunggu jatuh tempo untuk mencairkan dana supaya tidak kena pinalti. Sistem tersebut tidak berlaku di reksa dana pasar uang. Inilah salah satu kenyamanan yang diberikan oleh reksa dana pasar uang, yaitu dana yang dapat ditarik kapanpun tanpa adanya penalti. Misalnya saja tujuan awal Anda ingin menyimpan dana di reksa dana pasar uang selama tiga tahun, namun di tahun pertama ada kebutuhan darurat yang mengharuskan Anda menggunakan dana yang sudah tersimpan. Di saat itu juga Anda dapat mencairkan dananya tanpa harus menunggu jatuh tempo dan dijatuhkan penalti. Anda juga bisa memanfaatkan reksa dana pasar uang sebagai tempat uang tabungan atau uang darurat dan tentunya dengan jumlah uang yang didapatkan lebih besar.
Mau Investasi Reksa Dana Mulai dari Rp10.000? Ini Caranya
- Mulai dari Rp 100.000,-
Kata siapa investasi membutuhkan modal yang besar sehingga hanya mampu dilakukan oleh orang-orang yang memiliki uang berlebih saja? Reksa dana pasar uang dapat menjadi bukti bahwa Anda bisa berinvestasi hanya dengan Rp 100.000,- di beberapa produk reksa dana. Tidak seperti deposito yang memiliki kelas suku bunga yang tergantung dari besar uang penempatan di awal, reksa dana pasar uang memiliki suku bunga yang sama untuk berapapun jumlah uang investasi.
- Bebas Biaya Pembelian dan Penjualan
Yang dimaksud dengan pembelian di sini adalah Anda menambah dana yang ingin disimpan di reksa dana pasar uang. Sedangkan, penjualan memiliki arti Anda mengambil sebagian dana yang sudah tersimpan. Baik membeli ataupun menjual reksa dana pasar uang, Anda hanya akan dikenakan dikenakan biaya yang minim dan bahan ada yang gratis tanpa biaya apapun sehingga Anda bebas untuk membeli atau menjual reksa dana pasar uang yang Anda miliki kapan saja.
- Minim Risiko
Dengan memilih reksa dana pasar uang, Anda terhindar dari besarnya beban risiko yang dimiliki produk investasi lain. Reksa dana pasar uang mempunyai risiko yang cenderung kecil bahkan nyaris tidak ada. Produk investasi ini sangat cocok untuk mereka yang ingin berinvestasi namun khawatir dengan risiko yang ada.
Kenali Beragam Istilah di Reksa Dana Pasar Uang
Apabila Anda tertarik untuk berinvestasi dengan menggunakan produk investasi reksa dana pasar uang, maka Anda akan menemukan beberapa istilah di dalamnya. Sebelum memulai investasi, ketahuilah berbagai istilah umum yang terdapat di reksa dana pasar uang supaya tidak salah kaprah atau pengertian.
- Manajer Investasi (MI)
Di reksa dana pasar uang, uang yang Anda investasikan akan dikelola oleh Manajer Investasi. Manajer Investasi diberikan izin usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bertugas dan berhak “mengubah” uang dari para investor menjadi deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun.
- Portofolio Efek
Saham, obligasi, reksa dana, dan tanda bukti utang merupakan contoh dari surat-surat berharga. Surat-surat berharga yang dikumpulkan disebut sebagai portofolio efek.
- Subscription Fee
Biaya untuk membeli atau menaruh dana di reksa dana lebih dikenal dengan subscription fee. Di reksa dana pasar uang, tidak dikenakan subscription fee untuk membeli reksa dana.
- Redemption Fee
Istilah ini merupakan lawan kata dari subscription fee. Apabila Anda hendak menjual atau mencairkan dana di reksa dana, maka Anda akan dikenakan sejumlah biaya yang disebut redemption fee. Perlu diingat kembali bahwa, Anda terbebas dari biaya jual apabila berinvestasi di reksa dana pasar uang.
- Anda bisa mendapatkan produk investasi reksa dana pasar uang melalui CIMB Niaga. PT Bank CIMB Niaga, Tbk bertindak sebagai agen penjual efek Reksa Dana yang mendistribusikan 69 produk Reksa Dana. Anda dapat melakukan pembelian reksa dana kapan saja dan di mana saja melalui Aplikasi OCTO dan Website OCTO. Cek di sini untuk informasi lebih lengkap.