www.cimbniaga.co.id production
ID EN

5 Juni 2026

Market review

Malam ini, pelaku pasar keuangan global menantikan pengumuman salah satu data tenaga kerja Amerika Serikat (non-farm payrolls) yang diharapkan akan mengkonfirmasi kondisi pasar tenaga kerja yang kuat. Data NFP Mei 2026 diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja di AS kembali bertambah sebanyak 88 ribu orang (konsensus survei Bloomberg) setelah pada periode Januari-April 2026 bertambah 304 ribu. Sebagai informasi, pada periode Januari-April 2025 lapangan kerja di AS hanya bertambah 169 ribu orang.

 

Pasar tenaga kerja yang kuat di AS potensial disertai dengan inflasi yang tinggi. Kondisi inflasi AS yang tinggi ini diperparah dengan dampak kenaikan harga minyak dunia akibat perang di Iran. Inflasi konsumen AS loncat ke 3,8% year-on-year (yoy) pada bulan April dari 2,4% yoy pada Maret 2026. Perkembangan ini dapat memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga acuannya untuk mengendalikan inflasi di AS. Untuk informasi, suku bunga acuan The Fed saat ini berada di rentang 3,50%-3,75% - di bawah tingkat inflasi AS pada bulan April 2026.

 

Potensi kenaikan suku bunga The Fed ini dapat mendorong investor untuk masuk ke pasar obligasi AS dan meninggalkan pasar obligasi di emerging markets termasuk Indonesia. Untuk informasi, kepemilikan asing pada obligasi pemerintah Indonesia yang dapat diperdagangkan turun total IDR 15,4 triliun antara Januari-Mei 2026. Sebaliknya kepemilikan BI pada obligasi pemerintah Indonesia yang dapat diperdagangkan meningkat total IDR 206,2 triliun pada periode yang sama.

 

Rentang perdagangan USD/IDR pada hari ini diperkirakan antara 17.900 – 18.200. Pada hari Kamis kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) berada pada 18.039.

 

Pasar Obligasi Negara Indonesia – Indikasi yield pada penutupan di hari Rabu adalah 7,07% (1Y), 6,89% (3Y), 6,80% (5Y), 6,80% (10Y), dan 6,93% (20Y). Kemarin, yield naik rata-rata 10 bps antara tenor 1-20 tahun dengan kenaikan lebih besar pada tenor 3 tahun.

 

Arus dana asing di pasar modal Indonesia turun berdasarkan data terakhir. Indeks saham IHSG ditutup turun 101 poin pada posisi 5.840, pada tanggal 4 Juni 2026, dan kepemilikan asing pada pasar saham Indonesia tercatat turun IDR 1,3 triliun.

 

Baca lebih lanjut, klik disini