Kamu dapat merubah warna website ini sesuai dengan Mood dan kenyamananmu.
Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda.
Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.
12 Mei 2026
Market review
Penjualan mobil dari pabrik ke distributor (wholesale) di Indonesia pada periode Januari – April 2026 mencapai 289.794 unit tumbuh 12,5% year-on-year (yoy). Pertumbuhan yang sangat kuat ini didukung oleh tingkat suku bunga yang relatif rendah dan juga likuiditas yang besar di sistem keuangan Indonesia. Penjualan mobil yang tumbuh tinggi akan memberikan kontribusi yang positif pada pertumbuhan belanja investasi rumah tangga nasional.
Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah akibat kombinasi impor Indonesia yang tinggi dan juga defisit fiskal yang cenderung meningkat dapat kembali menekan pertumbuhan penjualan mobil nasional. Hal ini disebabkan suku bunga operasi moneter Bank Indonesia yang cenderung meningkat yang tujuannya untuk melindungi nilai tukar rupiah. Suku bunga yang tinggi potensial menurunkan minat konsumen untuk membeli mobil dengan kredit. Tahun ini, kurs USD/IDR sudah naik sekitar 4% dan suku bunga SRBI 12 bulan telah naik total 158 bps.
Rentang perdagangan USD/IDR pada hari ini diperkirakan antara 17.300 – 17.600. Pada hari Senin kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) berada pada 17.415.
Pasar Obligasi Negara Indonesia – Indikasi yield pada penutupan di hari Senin adalah 6,19% (1Y), 6,36% (3Y), 6,54% (5Y), 6,59% (10Y), dan 6,73% (20Y). Kemarin, yield naik masing-masing 15 dan 8 bps pada tenor 1 dan 5 tahun.
Pada hari ini, pemerintah akan melaksanakan lelang reguler obligasi konvensional dengan target IDR 36 triliun. Obligasi yang ditawarkan adalah SPN Jun’26, Aug’26, dan Mei’27, FR109 (2031), FR108 (2036), FR106 (2040), FR107 (2045), dan FR102 (2054), dan FR105 (2064).
Arus dana asing di pasar modal Indonesia relatif stabil berdasarkan data terakhir. Indeks saham IHSG ditutup turun 64 poin pada posisi 6.907, pada tanggal 11 Mei 2026, dan kepemilikan asing pada pasar saham Indonesia tercatat turun IDR 751 miliar.
Baca lebih lanjut, klik disini