www.cimbniaga.co.id production
ID EN

24 Juni 2026

Market review

 

Indeks dolar Amerika Serikat (DXY) naik ke level 101,4 – tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan indeks DXY dalam sebulan terakhir terutama didorong oleh melemahnya mata uang krona Swedia, franc Swiss, dan euro, terhadap dolar AS. Bank sentral Swedia dan Swiss belum menaikkan suku bunga acuannya pada tahun ini sedangkan bank sentral Zona-Euro sudah menaikkan 25bps. Pasar keuangan global memperkirakan suku bunga acuan Federal Reserve akan naik antara 25bps - 50bps dalam setahun ke depan. Untuk informasi, suku bunga acuan Swedia, Swiss, Zona-Euro, dan AS pada saat ini masing-masing sebesar 1,75%, 0%, 2,25%, dan 3,75%.

 

Rentang perdagangan USD/IDR pada hari ini diperkirakan antara 17.825 – 18.025. Pada hari Selasa kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) berada pada 17.868.

 

Pasar Obligasi Negara Indonesia – Indikasi yield pada penutupan di hari Selasa adalah 7,22% (1Y), 7,14% (3Y), 7,27% (5Y), 7,20% (10Y), dan 7,29% (20Y). Kemarin, yield naik rata-rata 8bps di sepanjang kurva dengan kenaikan lebih besar pada tenor 5 dan 20 tahun.

 

Pemerintah menerbitkan obligasi konvensional senilai IDR 30 triliun dari total permintaan yang masuk sebesar IDR 46,6 triliun. Yield rata-rata tertimbang hasil lelang adalah 6,90%, 7,10%, 7,21%, 7,19%, 7,25%, 7,26%, 7,35%, dan 7,35%, masing-masing untuk SPN Jul’26, Sep’26, Jun’27, FR109 (2031), FR108 (2036), FR106 (2040), FR107 (2045), FR102 (2054), dan FR105 (2064). Di sisi lain, SPN Jun’27 tidak diterbitkan.

 

Arus dana asing di pasar modal Indonesia naik berdasarkan data terakhir. Indeks saham IHSG ditutup turun 15 poin pada posisi 6.101, pada tanggal 23 Juni 2026, dan kepemilikan asing pada pasar saham Indonesia tercatat turun IDR 312 miliar. Di sisi lain, kepemilikan asing pada obligasi pemerintah yang dapat diperdagangkan naik IDR 3,8 triliun pada tanggal 24 Juni 2026.

 

Baca lebih lanjut, klik disini