www.cimbniaga.co.id production

Syarat Wajib Ramadan dan Tradisi Uniknya di Indonesia

 

 
 
 
 

Syarat Wajib Ramadan dan Tradisi Uniknya di Indonesia

 

Setiap tahunnya umat muslim melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Bulan yang penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT sehingga bulan suci ini paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Ini karena di bulan Ramadan terdapat keutamaan-keutamaan dan hikmah khusus yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. 

Berpuasa di bulan Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang harus dijalankan dan sudah ada anjurannya dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 183, 184, 185, dan 187. Keempat ayat itulah yang menjadi landasan hukum puasa Ramadan.

Surat Al Baqarah ayat 183 berisi tentang perintah kewajiban berpuasa, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” 

Pada permulaan ayat 183, Allah SWT secara langsung menunjukan perintah wajib puasa kepada orang yang beriman. Semua umat muslim diwajibkan melaksanakan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan berserah diri agar mendapat ridho dari Allah SWT. 

Selanjutnya, surat Al Baqarah ayat 184 juga menjelaskan mengenai kondisi-kondisi apa saja yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadan. Akan tetapi, puasa tetap harus diganti di hari lain setelah Ramadan. Berikut ini artinya: “(Yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari (yang ditinggalkan) pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin”. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Bulan Ramadan menjadi bulan yang istimewa karena di dalamnya untuk pertama kali diturunkan Al-Qur’an pada malam kemuliaan yang disebut dengan lailatul qadar. Lailatul qadar berasal dari kata lailah yang artinya malam. Sedangkan, qadar artinya mulia. Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia. Malam yang lebih baik dari seribu bulan atau tiga puluh ribu malam yang setara dengan 83,33 tahun.

Tidak ada yang tahu pasti mengenai kapan waktu yang tepat terjadinya Lailatul Qadar, tetapi malam ini datang pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. 

Syarat Wajib Puasa Ramadan

Terdapat syarat wajib puasa Ramadan yang harus ditunaikan oleh seluruh umat Muslim, di antaranya:

  • Islam

    Melansir dari laman resmi NU Online, perintah puasa Ramadan untuk orang Islam sehingga orang-orang yang beragama selain Islam tidak terkena aturan wajib melaksanakan puasa. Syarat wajib ini pun dijelaskan pula dalam surat Al Baqarah ayat 183. 

  • Baligh atau dewasa

    Syarat wajib kedua puasa di bulan Ramadan yaitu baligh atau dewasa. Pada laki-laki ditandai dengan keluar mani dan mimpi basah, sedangkan pada perempuan keluar haid atau datang bulan. Ketika seseorang sudah dewasa, maka ia dianjurkan untuk melaksanakan puasa Ramadan dan shalat. 

  • Berakal

    Puasa Ramadan juga memiliki syarat wajib berakal. Melansir dari laman resmi Kemenag Bali, orang Islam yang tidak memiliki akal dan kesadaran penuh, seperti orang gila atau orang ayan selama seharian penuh tidak dianjurkan untuk menunaikan puasa Ramadan. 

  • Mampu berpuasa

    Syarat wajib selanjutnya yaitu mampu berpuasa. Dalam hal ini, tolak ukur kemampuan seseorang berpuasa yaitu memiliki kondisi sehat sehingga sanggup menunaikan ibadah puasa yang dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. 

    Lantas, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui yang sehat? Jika ibu hamil dan menyusui merasa yakin dan kuat berpuasa, maka dia diperbolehkan untuk menjalankan puasa. Sedangkan, jika merasa tidak mampu, tidak dianjurkan untuk berpuasa. Dengan catatan, ibu hamil dan menyusui tersebut harus membayar qadha puasa di hari lain atau membayar fidyah.

  • Bermukim

    Bermukim juga termasuk syarat wajib puasa Ramadan. Artinya, umat muslim berada di tempat tinggal atau menetap di domisilinya. Sedangkan, untuk orang yang sedang melakukan perjalanan sehingga tidak berada di daerah mukim, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadan. Namun, ia harus mengqadha puasa yang ditinggalkan. 

Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Indonesia

Di Indonesia sendiri, ada beberapa tradisi Ramadan yang sudah diselenggarakan di sejumlah daerah sejak turun temurun. Bahkan, tradisi ini terbilang cukup unik dan menarik karena memiliki ciri khasnya masing-masing. Berikut adalah beberapa tradisi Ramadan yang ada di Indonesia:

  • Munggahan, Jawa Barat

    Masyarakat Sunda memiliki tradisi khusus untuk menyambut bulan Ramadan yang disebut dengan istilah munggahan. BIasanya tradisi ini dilakukan 1-2 hari menjelang Ramadan. Kegiatan ini biasanya berupa kumpul bersama keluarga dan kerabat terdekat, makan bersama, dan saling bermaafan. 

    Munggahan berasal dari kata ‘unggah’ yang artinya naik. Munggahan bermakna naik ke bulan suci atau yang lebih tinggi derajatnya daripada bulan-bulan lainnya. Dalam hal ini, munggahan dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT serta membersihkan diri dari hal buruk yang dilakukan setahun sebelumnya. 

  • Nyorog, Betawi

    Masyarakat Betawi juga memiliki tradisi khusus yang disebut dengan Nyorog. Tradisi ini biasa dilakukan dengan berbagi bingkisan makanan ke keluarga dan sanak saudara yang tinggalnya berjauhan. Biasanya bingkisan yang dikirim berupa kue atau berbagai bahan pokok, seperti beras, kopi, susu, gula, dan lain sebagainya. 

  • Padusan, Jawa

    Tradisi padusan berasal dari bahasa Jawa ‘adus’ yang artinya mandi. Itulah sebabnya padusan memiliki makna menyucikan diri untuk menyambut datangnya bulan suci. Tradisi padusan dilakukan secara turun temurun dengan cara berendam atau mandi di sumber mata air atau sumbur dengan tujuan agar dapat menjalani puasa dalam kondisi suci. 

  • Meugang, Aceh

    Salah satu tradisi jelang Ramadan yang paling terkenal di Aceh adalah tradisi meugang. Yang menariknya, tradisi ini telah dilakukan sejak abad ke-14, bersamaan dengan penyebaran agama Islam di Aceh. Meugang biasa dilakukan oleh masyarakat dengan menghidangkan daging sapi dan kerbau. Selain di bulan Ramadan, tradisi meugang juga biasanya dilakukan jelang Idulfitri dan Iduladha. 

  • Suru Maca, Sulawesi Selatan

    Sama seperti tradisi lainnya, Suru Maca dilakukan oleh umat Muslim di Sulawesi Selatan yang utamanya suku Bugis-Makassar. Suru Maca artinya membaca doa bersama untuk dikirimkan kepada leluhur yang telah meninggal. Pada tradisi ini, biasanya umat muslim saling berbagi masakan khas Bugis dan disantap bersama. 

Banyak persiapan yang harus dilakukan umat muslim menjelang bulan Ramadan, mulai dari persiapan bahan pokok hingga baju untuk lebaran. GOAL Savers iB dari CIMB Niaga Syariah biasa menjadi solusi bagi Anda yang ingin memenuhi berbagai kebutuhan jelang Ramadan, 

Dengan GOAL Savers iB, Anda bisa menabung secara rutin dengan pilihan otomatis mulai dari harian, mingguan, atau bulanan. Dengan begitu, Anda bisa meraih goal atau impian dengan lebih disiplin. Yuk, saatnya menabung dengan lebih mudah dan disiplin di sini.

Produk Terkait

GOAL Savers-iB

Sekarang bisa nabung HARIAN/MINGGUAN/BULANAN untuk raih GOAL impian

OCTO Savers-iB - Tabungan Syariah yang memberikan 60x bebas biaya setiap bulan!

Syariah Gold

Bebas biaya Iuran Tahunan

OCTO Mobile: Banyak Bisanya, Bisa Semaunya!