“Internal Rate of Return atau IRR adalah metode untuk menilai tingkat keuntungan suatu investasi. Simak pembahasan lengkap hingga contohnya di sini!”
Konsep ini sering digunakan dalam analisis kelayakan proyek. Dengan IRR, investor dapat membandingkan efisiensi beberapa pilihan investasi. Semakin tinggi IRR, semakin menarik potensi proyek tersebut secara finansial.
Memahami IRR juga membantu dalam mengevaluasi berbagai jenis-jenis investasi agar dapat memilih yang paling menguntungkan dan sesuai dengan tujuan finansial.
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat diskonto (discount rate) yang membuat Net Present Value (NPV) dari seluruh arus kas suatu proyek (baik penerimaan maupun pengeluaran) sama dengan nol.
Dengan kata lain, IRR menunjukkan tingkat pengembalian tahunan efektif yang dihasilkan suatu proyek, dengan asumsi semua arus kas yang diperoleh dapat diinvestasikan kembali pada tingkat pengembalian yang sama.
IRR juga sering disebut sebagai discounted cash flow rate of return atau yield rate. Indikator ini menilai efisiensi proyek secara internal, tanpa memperhitungkan faktor eksternal seperti tingkat bunga bebas risiko, inflasi, maupun biaya modal dari luar.
Karena itu, IRR banyak digunakan dalam analisis investasi untuk membandingkan beberapa proyek berdasarkan potensi pengembalian internalnya.
Berikut rumus yang dapat Anda gunakan jika ingin menghitung IRR:
IRR = i₁ +NPV₁ /NPV₁ - NPV₂ x (i2-i1)
Penjelasan rumus:
Secara umum, IRR dan NPV adalah dua metode penting dalam capital budgeting yang digunakan untuk menilai potensi keuntungan dari sebuah proyek atau investasi.
Keduanya menggunakan formula yang mirip, dan hasil akhirnya berupa estimasi, bukan angka pasti.
Setelah nilai IRR dihitung, langkah selanjutnya adalah memahami hasilnya untuk menentukan kelayakan proyek. Interpretasi IRR biasanya dibandingkan dengan tingkat diskonto atau biaya modal (cost of capital) yang berlaku.
Jika nilai IRR lebih tinggi dari biaya modal atau tingkat pengembalian minimum yang diharapkan, artinya proyek bisa memberi keuntungan lebih dari yang dibutuhkan. Ini menandakan proyek tersebut layak dijalankan karena memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
IRR membantu perusahaan memastikan bahwa hasil dari investasi cukup besar untuk menutupi biaya dan risiko yang ditanggung. Dengan begitu, keputusan investasi bisa lebih tepat dan menguntungkan.
Kalau IRR lebih kecil dari biaya modal, artinya pengembalian proyek tidak mencukupi untuk menutup biaya dan risiko. Ini menunjukkan bahwa proyek tidak menguntungkan secara finansial.
Dalam kondisi seperti ini, perusahaan biasanya akan menolak proyek karena tidak memberikan nilai tambah. Keputusan ini bertujuan untuk mencegah kerugian dan mengarahkan investasi ke pilihan yang lebih baik.
Jika IRR sama dengan biaya modal, artinya proyek hanya menghasilkan keuntungan yang cukup untuk menutup biaya yang dikeluarkan. Dalam kondisi ini, proyek tidak memberi keuntungan lebih, tapi juga tidak menyebabkan kerugian.
Keputusan untuk melanjutkan proyek biasanya dipertimbangkan dari faktor lain seperti strategi bisnis atau potensi jangka panjang.
Internal Rate of Return (IRR) banyak digunakan dalam pengambilan keputusan investasi untuk menilai kelayakan suatu proyek.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan ingin menanamkan modal sebesar Rp150.000.000 pada sebuah proyek. Perusahaan menetapkan bahwa tingkat pengembalian minimum yang diharapkan dari investasi ini adalah 10%.
Artinya, jika proyek memberikan pengembalian di atas 10%, maka proyek dianggap layak dijalankan.
Proyek tersebut diperkirakan akan menghasilkan arus kas masuk sebesar Rp25.000.000 per tahun selama 5 tahun. Untuk mengetahui IRR, perhitungan Net Present Value (NPV) dicoba pada beberapa tingkat diskonto. Hasilnya:
Dengan data ini, IRR dapat dihitung menggunakan rumus:
IRR = i₁ +NPV₁ / NPV₁ - NPV₂ x (i2-i1)
Substitusi angka ke dalam rumus:
IRR = 9% + 6.000.000/6.000.000-2.000.000 x (11%-9%)
IRR = 9% + 6.000.000/4.000.000 x 2%
Proyek ini menghasilkan IRR sebesar 12%. Karena nilai ini lebih tinggi dari tingkat pengembalian yang diharapkan (10%), maka proyek dapat dianggap layak untuk dijalankan.
Seperti metode evaluasi investasi lainnya, IRR memiliki keunggulan dan keterbatasan tersendiri. Memahami keduanya penting agar penggunaannya dapat dilakukan secara tepat dan tidak menimbulkan kesalahan pengambilan keputusan.
IRR memiliki beberapa keunggulan penting sebagai alat evaluasi investasi:
Namun, IRR juga memiliki sejumlah keterbatasan yang patut diperhatikan:
Baca Juga: Fraud Adalah: Pengertian, Faktor, Contoh, dan Pencegahannya
Anda merasa bingung mulai investasi dari mana? Apakah butuh banyak uang dulu atau khawatir memilih instrumen yang tepat?
Lewat program #GetWealthSoon, CIMB Niaga menjawab semua kebingungan tersebut, membuat investasi jadi mudah, bisa dimulai sejak dini, dan sesuai dengan ritme finansial kamu.
Manfaat menggunakan #GetWealthSoon CIMB Niaga:
Jangan tunggu “sukses dulu” untuk mulai berinvestasi. Dengan #GetWealthSoon dari CIMB Niaga, kamu bisa memulai investasi kecil-kecilan dengan konsisten, sesuai kebutuhan dan tujuanmu.
Unduh Aplikasi OCTO sekarang juga dan jadikan investasi sebagai bagian dari gaya hidupmu, mudah, fleksibel, dan cerdas!
Bebas biaya Iuran Tahunan
Xtra Dana iB CIMB Niaga Syariah adalah pembiayaan tanpa agunan sesuai prinsip syariah yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan konsumtif, seperti pembelian motor, emas logam mulia, pendidikan, kesehatan, ibadah umrah dan porsi haji khusus, hingga kebutuhan pribadi lainnya. Produk ini menawarkan proses pengajuan yang mudah, pilihan tenor yang fleksibel, dan pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Ambil Promo Spesial CIMB Niaga Sekarang Juga