www.cimbniaga.co.id production
ID EN

Kebijakan Bank Indonesia dalam Mengendalikan Inflasi

Apa itu Inflasi?

Kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Pengukuran inflasi dilakukan melalui Indeks Harga Konsumen dalam 7 kelompok pengeluaran pada Survey Biaya Hidup:

  • Bahan Makanan
  • Makanan Jadi, Minumam, dan Tembakau
  • Perumahan
  • Sandang
  • Pendidikan & Olahraga
  • Kesehatan
  • Transportasi & Komunikasi

Mengapa terjadi inflasi?

Ada tekanan dari sisi supply atau biaya
Misalnya akibat pelemahan kurs Rupiah, peningkatan harga komoditi, bencana alam, atau terganggunya distribusi.

Ada tekanan dari sisi permintaan
Misalnya permintaan barang/jasa lebih besar dibanding ketersediaan.

Akibat ekspektasi inflasi
Ini bersifat adaptif, dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam keputusan kegiatan ekonominya. Misalnya antisipasi kenaikan harga barang menjelang hari raya.

Mengapa inflasi harus dikendalikan?

  • Inflasi tinggi bisa menggerus pendapatan riil dan menurunkan standar hidup masyarakat.
  • Inflasi tidak stabil dapat menciptakan ketidakpastian dalam mengambil keputusan pada aspek konsumsi, investasi, dan produksi.
  • Inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding negara lain menyebabkan suku bunga riil domestik menjadi tidak kompetitif, dapat menekan kurs Rupiah.

Inflasi rendah dan stabil supaya pertumbuhan ekonomi berkesinambungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Pengendalian Inflasi oleh Bank Indonesia
Mengelola tekanan harga dari sisi permintaan relatif terhadap sisi penawaran. Umumnya dilakukan melalui langkah berikut:

Operasi Pasar Terbuka
Bank Indonesia menjual obligasi negara langsung di pasar. Uang yang diterima Bank Indonesia saat menjual obligasi akan menurunkan jumlah uang beredar. Untuk menambah uang beredar, dilakukan hal sebaliknya.

Giro Wajib Minimum (GWM)
Bank Indonesia meningkatkan syarat cadangan kas minimum yang harus dimiliki Bank Umum. Kenaikan syarat cadangan kas minimum berarti Bank-Bank menyisihkan lebih banyak cadangan kas, mengurangi kredit yang bisa disalurkan, hingga akhirnya menurunkan jumlah uang beredar.

Suku Bunga
Bank Indonesia memberikan pedoman suku bunga acuan yang dapat mempengaruhi suku bunga lainnya. Makin tinggi suku bunga, semakin enggan debitur mengajukan kredit, sehingga investasi akan melambat. Individu cenderung mengurangi konsumsi dan kredit, lebih memilih menempatkan uangnya di Perbankan, akibatnya mengurani jumlah uang beredar.

Namun, kemampuan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi relative terbatas. Bila terjadi kejutan yang besar, seperti ketika terjadi kenaikan harga BBM di tahun 2005 dan 2008.

Sebagai Investor mari bersiap, ingat tujuan dan profil Anda, serta sesuaikan strateginya.



Referensi: https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/inflasi/default.aspx