"IHSG adalah indeks yang menunjukkan besar kecilnya nilai perdagangan dan dapat dijadikan acuan para investor di pasar modal. Simak pembahasannya.”
IHSG adalah indeks yang mencakup seluruh pergerakan harga saham di BEI dan dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengukur sentimen pasar.
IHSG juga dapat membantu Anda memahami pilihan investasi saham yang tepat untuk meningkatkan kesempatan mendapat keuntungan dari investasi yang Anda lakukan. Mari simak pembahasannya.
IHSG sebenarnya tak serumit yang Anda bayangkan, karena manfaat dan ragam terminologinya akan dibahas setelah Anda memahami definisinya berikut.
IHSG adalah singkatan untuk Indeks Harga Saham Gabungan yang didefinisikan sebagai indeks untuk mengukur kinerja semua harga saham di papan utama dan papan pengembangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG adalah indikator pergerakan harga saham secara keseluruhan yang terdapat di BEI. Mengetahui pergerakan IHSG di BEI dapat menuntun sikap investor, baik untuk membeli, menahan, atau menjual sahamnya.
Indeks juga dapat menjadi alat ukur sentimen pasar dan kepercayaan investor. Perubahan nilai dalam suatu indeks dapat dijadikan indikator yang merefleksikan opini kolektif dari seluruh pelaku pasar.
IHSG adalah indikator yang dapat digunakan para investor sebagai acuan di dalam pasar modal. IHSG menjadi penting karena dapat membantu pengambilan keputusan untuk berinvestasi.
Oleh karena itu, beberapa manfaat dari IHSG adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Mengenal Peran Bank Kustodian dalam Investasi
Berikut adalah beberapa terminologi penting dalam IHSG yang perlu Anda ketahui:
Bursa Efek mengacu pada pihak yang mempertemukan penawaran jual dan beli efek berupa saham, obligasi, dan lain-lain dalam sistem atau sarana yang tersedia kepada pihak yang ingin memperdagangkan efek.
Contoh dari bursa efek adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Contoh lainnya adalah NASDAQ, NYSE, SGX, dan LSE.
Portofolio dalam konteks IHSG mengacu pada sekumpulan aset investasi berupa saham dan lain-lain yang dimiliki individu atau perusahaan.
Namun, secara umum, portofolio keuangan merupakan sekumpulan posisi dalam berbagai investasi dari investor dan bekerja sama untuk melayani tujuan investor.
Sebuah portofolio dapat berisi berbagai macam aset termasuk real estat, obligasi, uang tunai, hingga investasi swasta, dan banyak lagi.
Fluktuasi mengacu pada istilah pergerakan naik maupun turunnya harga saham yang dipengaruhi berbagai kondisi pasar dan faktor eksternal.
Fluktuasi memang hal wajar, namun tetap perlu dipantau investor. Pasalnya, harga saham memang didorong oleh berbagai faktor.
Akan tetapi, pada akhirnya harga saham akan ditentukan permintaan dan penawaran di pasar.
Bubble atau gelembung digambarkan sebagai kenaikan harga saham yang pesat, bahkan seringkali tidak rasional melebihi nilai di pasaran. Ini bisa terjadi akibat faktor-faktor yang tak terduga.
Umumnya, gelembung terjadi karena lonjakan harga aset akibat dorongan perilaku pasar yang berlebihan.
Selama periode ini, aset biasanya diperdagangkan pada harga atau kisaran harga yang jauh melebihi nilai intrinsik aset. Berarti, harganya tidak sesuai dengan fundamental aset.
Buyback atau pembelian kembali adalah istilah untuk perusahaan membeli kembali sahamnya dari pemegang saham. Buyback akan mengurangi jumlah saham yang tersedia di pasar terbuka.
Perusahaan biasanya melakukan buyback untuk saham mereka demi meningkatkan nilai saham yang tersisa dengan mengurangi pasokannya.
Para investor juga dapat membeli kembali saham untuk mencegah pemegang saham mayoritas mengambil alih saham pengendali di perusahaan.
Capital gain atau keuntungan modal merujuk pada perolehan keuntungan dari investor, individu maupun perusahaan, dari penjualan saham dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga pembeliannya.
Capital gain berlaku untuk semua jenis kelas aset, mulai dari investasi hingga pembelian barang-barang untuk penggunaan pribadi.
Keuntungannya bisa bersifat jangka pendek (satu tahun atau kurang) atau jangka panjang (lebih dari satu tahun). Keuntungan ini wajib dilaporkan pada pengembalian pajak penghasilan.
Sebaliknya, capital loss atau kerugian modal dapat terjadi ketika saham dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan dengan harga pembeliannya.
Kerugian modal terjadi ketika aset modal, seperti investasi atau real estat, mengalami penurunan nilai.
Capital loss tidak akan terealisasi hingga aset tersebut dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga pembelian awal.
Cut loss dapat terjadi ketika investor memutuskan untuk menjual sahamnya demi mencegah kerugian lebih lanjut.
Sementara hold merupakan keputusan untuk menahan saham dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa mendatang.
Emiten merupakan sebutan untuk perusahaan yang menerbitkan sahamnya di bursa efek, contohnya di BEI.
Emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum, seperti penawaran penjualan efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang yang berlaku.
Emiten dapat menawarkan efek berupa saham, obligasi, tanda bukti utang, surat berharga komersial, kontrak berjangkat atas efek, dan setiap derivatif dari efek.
Emiten bisa dilakukan perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang terorganisasi.
Average up dapat diartikan sebagai strategi investasi saham saat investor membeli saham secara bertahap di harga yang lebih tinggi dari harga pembelian sebelumnya.
Strategi ini bertujuan untuk menambah jumlah pemilikan lot saham dalam tren yang sedang menguat atau bullish.
Average down menjadi lawan dari average up, yaitu strategi investasi saham ketika investor kembali membelian saham saat harga sahamnya sedang turun demi mendapatkan harga rata-rata pembelian saham yang lebih murah.
Strategi ini kerap digunakan ketika investor percaya harga saham segera berbalik arah menuju profit dalam waktu dekat.
Istilah bullish mengacu pada gambaran tren penguatan atau naik dalam kondisi pasar saham. Pasar bullish merupakan pasar yang sedang naik dan kondisi ekonominya secara umum menguntungkan.
Dalam pasar ekuitas, misalnya, pasar saham menunjukkan kenaikan harga saham perusahaan yang meyakinkan investor bahwa tren penguatan ini akan terus berlanjut dalam jangka panjang.
Bearish adalah lawan dari bullish, mengacu pada gambaran tren pasar saham yang sedang melemah atau mengalami penurunan.
Pasar bearish terjadi pada ekonomi yang sedang surut dan nilai sebagian besar saham menurun. Dalam kondisi ini, pasar dianggap sedang lesu dan harga saham terus menurun.
Suatu pasar tidak dianggap sebagai pasar bearish kecuali jika pasar itu telah jatuh 20% atau lebih dari titik tertingginya.
IPO atau Initial Public Offering merupakan istilah saham yang mengacu pada perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana di bursa efek.
Ini berarti perusahaan beralih dari kepemilikan swasta menjadi kepemilikan publik, sehingga dikenal dengan istilah "go public".
IPO merupakan kesempatan untuk mengumpulkan modal yang signifikan bagi perusahaan. Dengan begitu, perusahaan tersebut dapat mendanai pertumbuhan baru atau melunasi utang.
Kustodian mengacu pada lembaga keuangan yang aman untuk menjamin serta menyimpan aset investasi di pasar modal untuk meminimalkan risiko pencurian, penyalahgunaan, hingga kehilangan aset.
Aset investor dapat disimpan dalam bentuk fisik atau elektronik untuk pengelolaan rekening keuangan, menangani masalah kepatuhan aturan dan pajak, atau bertindak sebagai kustodian reksadana.
Baca Juga: Pahami Apa Itu Pajak Dividen, Jenis, Hingga Perhitungannya
IHSG dapat menunjukkan besaran nilai transaksi jual beli saham dalam periode tertentu. Besaran nilai transaksi ini dapat dipengaruhi transaksi harga saham atau jumlah saham yang tersedia.
Semakin tinggi angka indeks berarti pasanya semakin dinamis, semakin banyak volume, dan semakin besar transaksinya. Begitu pula sebaliknya. Rumus untuk menghitung IHSG adalah:
IHSG = ∑ (p ✕ q) / d ✕ 100
Sementara rata-rata IHSG dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Rata-rata IHSG = Jumlah IHSG periode harian selama 1 bulan / Jumlah periode waktu selama 1 bulan
Besar dan kecilnya nilai perdagangan dan investasi dari para investor maupun trader yang memperjualbelikan saham untuk mendapat keuntungan (gain) dalam jangka pendek juga dapat ditunjukkan oleh IHSG.
Di samping itu, IHSG juga dapat memberi gambaran besar atau kecilnya arus dana yang keluar atau masuk dari Indonesia, karena nantinya dapat memengaruhi peredaran uang dalam suatu negara.
Terdapat tiga faktor yang mendorong naik-turunnya IHSG, antara lain faktor domestik, faktor luar negeri, dan faktor aliran modal ke Indonesia. Berikut penjelasannya:
Faktor fundamental dalam suatu negara, seperti pendapatan nasional, inflasi, suku bunga, nilai tukar Rupiah, dan jumlah uang yang beredar, sangat memengaruhi kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Misalnya, inflasi dapat terjadi ketika jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga menyebabkan kenaikan harga barang. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun.
Inflasi yang tinggi juga dapat meningkatkan biaya produksi perusahaan, sehingga laba menurun dan membuat investor enggan menanamkan modal, yang akhirnya berdampak pada penurunan harga saham.
Nilai tukar Rupiah yang melemah juga berdampak pada IHSG karena memengaruhi biaya impor dan sentimen pasar terhadap mata uang asing seperti dolar AS.
Faktor ini diproksi lewat pergerakan indeks harga saham di pasar modal luar negeri, khususnya dalam pasar modal di negara tetangga, dan suku bunga federal rate.
Dalam hal ini, suku bunga juga berperan penting karena tingkat suku bunga dikontrol langsung oleh Bank Indonesia via BI Rate yang merupakan respons bank sentral terhadap tekanan inflasi.
Perubahan yang terjadi pada BI Rate dapat memicu pergerakan IHSG di pasar saham Indonesia. Selain itu, harga komoditas dunia juga berperan, mulai dari harga minyak mentah, CPO, emas, dan sebagainya.
Faktor ini diproksi oleh cadangan devisa, transaksi berjalan pada neraca pembayaran, dan nilai transaksi bersih saham oleh investor asing.
Cadangan devisa dapat menggambarkan kondisi perekonomian yang terkait pembangunan sektor ekonomi suatu negara. Devisa diperlukan sebuah negara untuk membiayai pembangunan industri.
Cadangan devisa adalah bagian penting dalam perekonomian, terutama bagi negara dengan sistem ekonomi terbuka dan membangun hubungan internasional lewat ekspor dan impor dari dan ke negara lain.
Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh faktor domestik hingga aliran modal asing. Memahami hal ini penting sebelum mulai berinvestasi. Nah, jika kamu ingin memulai langkah pertama dengan mudah. Yuk, simak cara memulai investasi dengan mudah bersama CIMB Niaga.
Baca Juga:Kiat-kiat Investasi Saham yang Aman Bagi Pemula
Sudah semakin paham mengenai IHSG? Jika sudah, sekarang saatnya bagi Anda untuk memulai investasi dengan cara yang paling mudah, yaitu dengan Reksa Dana CIMB Niaga.
Reksa Dana sangat cocok untuk investor pemula yang memiliki modal minim serta waktu dan pengetahuan investasi yang relatif terbatas.
Pilih jenis Reksa Dana yang sesuai untuk Anda, mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Saham, hingga Reksa Dana Terproteksi.
Segera mulai investasi Reksa Dana Anda bersama CIMB Niaga yang tidak memerlukan biaya investasi mahal. Biaya minimal, hasil optimal.
Biaya spesial dan return lebih tinggi
Investasi dalam mata uang IDR & USD
Ambil Promo Spesial CIMB Niaga Sekarang Juga