“Oleh-oleh Vietnam tak hanya unik, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya yang bisa Anda bawa pulang sebagai kenang-kenangan. Berikut ide buah tangan, tempat dan tips membelinya!”
Mulai dari camilan khas, kerajinan tangan, hingga produk herbal, semuanya mudah ditemukan di berbagai kota. Harganya pun relatif terjangkau dan cocok untuk dibagikan ke keluarga atau teman.
Belanja jadi lebih mudah dan aman selama di Vietnam dengan menggunakan Rekening Online CIMB Niaga. Cukup lewat aplikasi, kamu bisa memantau pengeluaran dan melakukan pembayaran tanpa perlu membawa banyak uang tunai.
Beragamnya budaya Vietnam membuat negara ini memiliki banyak pilihan oleh-oleh menarik untuk dibawa pulang. Mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan, berikut beberapa ide oleh-oleh Vietnam yang perlu Anda ketahui:

Kopi drip Vietnam menggunakan alat bernama phin, yaitu saringan kopi logam kecil yang diletakkan langsung di atas cangkir untuk menyaring kopi secara perlahan. Untuk mencoba metode penyeduhan ini di rumah, Anda dapat membeli phin sekaligus kopi bubuk khas Vietnam yang banyak tersedia di Hanoi.
Kopi bubuk Vietnam dapat ditemukan dalam berbagai pilihan dengan harga sekitar VND150.000-200.000 per 250 gram. Tersedia juga berbagai kopi dengan kemasan praktis yang cocok untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Lotus tea adalah teh hijau aromatik yang direndam dengan aroma bunga lotus. Dibutuhkan 1.000 hingga 1.400 bunga lotus per kilogram teh untuk jenis premium, menjadikannya salah satu teh paling mahal di Vietnam.
Teh ini menghasilkan aroma lembut dan memiliki banyak manfaat kesehatan seperti menenangkan saraf, mendetoksifikasi tubuh, dan membantu tidur lebih nyenyak.
Anda dapat membeli lotus tea di toko-toko teh khusus di Hanoi (sekitar West Lake) atau toko souvenir lainnya. Harganya bervariasi tergantung kualitas, mulai dari VND 50.000-500.000 (sekitar Rp30.000 hingga Rp300.000) per kemasan.

Banh Pia adalah kue bulat khas Vietnam dengan isian seperti durian, kacang hijau, atau telur asin.
Versi paling terkenal isi durian, dijual dalam kemasan isi empat dengan harga sangat terjangkau: sekitar VND 40.000-65.000 (setara dengan Rp 24.000 hingga 36.000) per kemasan.
Anda dapat menemukannya di pasar tradisional seperti Ben Thanh Market (Ho Chi Minh) atau toko oleh-oleh lokal lainnya. Cemilan ini punya tekstur renyah di luar, lembut dan manis di dalam, mirip bakpia Indonesia tapi dengan rasa khas Vietnam.

Non La adalah topi tradisional Vietnam berbentuk kerucut, terbuat dari bambu dan daun palem. Digunakan sehari-hari oleh petani dan muncul dalam pertunjukan budaya serta tarian tradisional.
Topi ini dapat ditemukan dengan mudah di pasar-pasar seperti di Hue, Hoi An, atau Hanoi, dan dijual antara USD 5-10 (sekitar Rp75.000 sampai Rp150.000) per buah.
Selain nilai estetika dan simbol budaya kuat, Non La juga praktis melindungi dari terik matahari dan hujan ringan. Desainnya ringan dan datar saat disimpan.

Sutra Vietnam dikenal dengan tekstur lembut, pola indah, dan wastra tradisional buatan tangan, sering diletakkan di Silk Village (Desa Van Phuc) dan di sepanjang Hang Gai atau Hoi An sebagai sentra sutra berkualitas tinggi.
Untuk souvenir, scarf sutra bisa dibeli mulai dari Rp50.000 sampai Rp150.000 hingga kain besar Rp500.000 sampai Rp1.000.000 tergantung kualitas dan desain.
Sutra Vietnam cocok untuk Anda jadikan sebagai oleh‑oleh elegan karena kualitas bahan alami dan motif tradisionalnya yang khas.

Biji teratai kering atau hạt sen khô merupakan salah satu bahan makanan yang umum digunakan dalam kuliner Vietnam. Setelah dikeringkan, biji teratai dapat disimpan lebih lama dan digunakan sebagai bahan untuk membuat berbagai hidangan, seperti sup, bubur, hingga chè atau hidangan manis khas Vietnam.
Di Hanoi, biji teratai kering dapat ditemukan di toko bahan makanan dan pasar dengan harga sekitar VND 20.000-30.000 (sekitar Rp135.000-145.000) per 100 gram, tergantung kualitas dan tempat pembelian. Karena tersedia dalam bentuk kering dan relatif mudah disimpan, biji teratai dapat menjadi salah satu pilihan oleh-oleh yang praktis untuk dibawa pulang

Ao Dai adalah pakaian tradisional wanita Vietnam berbentuk gaun panjang dengan belahan samping hingga pinggul, sering dijahit custom di pasar seperti Ben Thanh atau toko di Hoi An dan Hanoi.
Harga versi sederhana dari gaun ini berkisar antara VND 400.000 (setara dengan Rp250.000), sementara versi bahan sutra dan bordir rumit bisa mencapai Rp500.000 ke atas.

Vietnam memiliki produk herbal tradisional seperti balsem merah (mirip balsem jeruk), minyak gosok, dan herbal untuk pegal atau flu.
Produk seperti Jin Jiu atau minyak kayu putih lokal dijual di pasar herbal atau apotek lokal dengan harga sangat terjangkau, sekitar USD 1-3 (sekitar Rp15.000 sampai Rp50.000) per botol kecil.
Produk ini populer karena mengandung minyak atsiri alami dan formula tradisional Tiongkok kuno yang telah diwariskan. Cocok untuk dijadikan oleh‑oleh praktis bagi keluarga.
Baca Juga: 7 Makanan Khas Singapura yang Harus Anda Coba
Mencari oleh-oleh khas Vietnam tak perlu repot, karena hampir setiap kota besar memiliki pasar dan toko suvenir yang lengkap. Berikut beberapa tempat terbaik untuk berburu oleh-oleh autentik selama perjalanan Anda di Vietnam:

Ben Thanh Market, yang terletak di Distrik 1 Ho Chi Minh City, adalah ikon pasar tradisional Vietnam dan menawarkan lebih dari 1.400 kios berjualan berbagai produk mulai dari kain sutra, kerajinan lacquerware, hingga kopi lokal dan rempah.
Pasar ini buka setiap hari dari pukul 6:00 pagi hingga 18:00 sore untuk pasar siang, lalu berubah menjadi night market hingga sekitar pukul 22:00-23:00 malam di area luar.
Pengunjung bisa belanja oleh-oleh seperti Ao Dai, Non La, teh lokal, dan kopi Vietnam dengan harga mulai dari beberapa puluh ribu hingga beberapa ratus ribu VND.

Dong Xuan Market adalah pasar tertutup terbesar di distrik Hoàn Kiếm, Hanoi, yang menawarkan berbagai barang mulai dari pakaian grosir hingga makanan lokal dan pernak-pernik khas Vietnam.
Berlokasi di dalam Old Quarter, pasar ini dibangun sejak era kolonial Prancis dan direnovasi pada 1994 menjadikannya pusat perdagangan utama di Hanoi.

Night market di Da Nang dan Hoi An muncul sebagai destinasi populer bagi wisatawan yang ingin belanja suvenir sambil menikmati suasana malam.
Banyak stall yang menghadirkan barang seperti kain tenun lokal, aksesoris, hiasan lampion, baju sutra, hingga street food khas Vietnam. Atmosfer night market ini indah dipenuhi lampion dan musik tradisional.
Oleh‑oleh yang dijual di sini umumnya murah dan autentik, dari kain bordir tangan hingga hasil tenun, dibanderol dengan harga mulai dari VND 25.000-120.000 (setara dengan Rp16.000 hingga Rp75.000).

Selain pasar besar, terdapat banyak toko suvenir lokal dan pusat oleh-oleh modern di kota besar seperti Hanoi, Ho Chi Minh, dan Hoi An. Toko ini menjual produk seperti keramik, parfum Marou, kertas lukis khas Vietnam, dan berbagai jajanan.
Keunggulan berbelanja di toko suvenir adalah susunan toko yang rapi, harga tetap (fixed-price), kemasan cocok untuk ekspor, dan kualitasnya lebih terjamin.
Meskipun harga sedikit lebih tinggi daripada pasar, toko suvenir menawarkan kenyamanan berbelanja yang lebih aman bagi pembeli yang tidak terbiasa melakukan tawar-menawar.

Bandara Internasional di Ho Chi Minh (Tan Son Nhat), Hanoi (Noi Bai), dan Da Nang menyediakan pilihan oleh‑oleh ‘last-minute’ seperti kopi Vietnam, teh lotus, goodies snack, dan kerajinan kecil.
Meskipun harganya cenderung lebih tinggi akibat convenience charge dan rate harga USD, bandara memberikan pilihan praktis bagi traveler yang ingin membeli oleh-oleh saat menjelang keberangkatan.
Mulai dari tawar-menawar, berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan saat berbelanja oleh-oleh di Vietnam:
Di pasar tradisional Vietnam seperti Ben Thanh atau Dong Xuan, seringkali turis diberi harga yang lebih tinggi dibandingkan warga lokal.
Biasanya kamu bisa menawar sebesar 50% dari harga awal, lalu negosiasi secara bertahap hingga harga final berada di kisaran 60 hingga 70% atau sekitar setengah dari harga awal.
Sebelum membeli, lakukan riset harga pasar lewat online, tanya penduduk lokal, atau bandingkan antar pedagang. Ini membantu Anda memberikan patokan harga sebelum mulai menawar agar tidak terlalu overpay.
Jika merasa harga terlalu tinggi dan negosiasi tidak kunjung disepakati, jangan takut untuk meninggalkan barang tersebut. Langkah ini sering kali membuat penjual menawarkan diskon tambahan agar tidak kehilangan penjualan.
Menguasai frasa sederhana seperti “Quá đắt!” (“terlalu mahal!”) atau angka dalam bahasa Vietnam membantu membangun hubungan dan menunjukkan usaha sebelum tawar-menawar.
Banyak penjual menghargai usaha ini dan akan memberikan diskon yang lebih baik. Jika tidak menguasai bahasa, kamu bisa menggunakan Google Translate untuk menyampaikan pertanyaan harga atau ungkapan negosiasi secara visual atau lisan.
Untuk produk berkualitas seperti sutra asli, teh lotus, atau kerajinan tangan, lebih aman membeli di toko lokal yang mempunyai reputasi atau di pusat oleh-oleh resmi.
Produk ini biasanya mencantumkan label, tanggal pembuatan, tanda tangan, atau informasi produsen asli.
Beberapa penjual menjual suvenir imitasi murah untuk turis, seperti tiruan sutra atau aksesoris khas. Sebaiknya Anda dapat memeriksa detail jahitan, bahan, atau ada tidaknya cap atau tag asli terlebih dahulu sebelum membeli.
Hindari memborong hanya karena harganya murah, beli barang yang akan Anda gunakan atau kenang. Pilih barang yang fungsional agar Anda tidak menyesal dikemudian hari.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Korea Selatan yang Ramai Dikunjungi
Kalau Anda berencana liburan ke luar negeri, punya tabungan valas bisa jadi cara cerdas untuk mengatur keuangan selama perjalanan agar tetap nyaman dan efisien.
Keuntungan Menggunakan XTRA Savers Valas:
Buka Tabungan XTRA Savers Valas hanya dalam hitungan menit melalui aplikasi Aplikasi OCTO atau Website OCTO. Persiapkan diri Anda agar liburan ke luar negeri jadi lebih nyaman, hemat, dan bebas repot!

Cashback for Your Everyday Spending
Travel Effortlessly, Pay Seamlessly
Ambil Promo Spesial CIMB Niaga Sekarang Juga