“Apa itu phising? Inilah salah satu bentuk kejahatan digital yang tampaknya menguntungkan padahal bisa sangat merugikan Anda. Pahami jenis-jenis phising, ciri-cirinya, serta tindakan untuk menghindarinya.”
Mengenal apa itu phising adalah ajakan bagi Anda untuk menghindari segala bentuk penipuan yang bisa sangat merugikan. Sebab, ada banyak modus untuk mengelabui Anda agar penipuan ini berhasil dilakukan sang pelaku.
Berbagai metode penipuan tersebut bisa saja penipuan lewat SMS atau email. Agar tidak terjebak penipuan ini, ketahui ciri-ciri hingga cara tepat menghindari.
Apa itu phising dapat dipahami sebagai teknik penipuan dengan memancing seseorang untuk memberikan informasi pribadi yang sensitif secara sukarela dan tanpa disadari. Istilah ‘phising’ mengacu pada kata ‘fishing’ yang berarti memancing.
Informasi yang dibagikan bisa berupa data pribadi, data finansial, data akun, data kesehatan, dan data lainnya. Data-data yang terkumpul tersebut dapat disalahgunakan pelaku phising ini untuk tujuan kejahatan.
Lebih detail, data-data tersebut antara lain:
Pelaku phising seringkali tampil meyakinkan sebagai pihak atau institusi berwenang, menggunakan situs atau tautan palsu, hingga seseorang secara sukarela berhasil dikelabui. Data-data tersebut bisa langsung digunakan atau dijual kepada pihak lain.
Salah satu contohnya adalah web phising dan email phising yang tampak meyakinkan karena situs atau surel tersebut dikirim dari suatu instansi atau pihak tertentu yang terlihat meyakinkan.
Waspada! Kenali Modus Penipuan Lewat Online
Aksi kejahatan siber (cyber crime) ini sangat berbahaya, karena pelakunya bisa menggunakan berbagai metode, seperti lewat surel, pesan teks, hingga platform media sosial. Berikut adalah jenis-jenis phising yang perlu Anda ketahui.
Email phising biasanya berupa surel yang seolah-olah dikirim dari pihak atau instansi resmi terpercaya. Pelakunya bisa saja mengatasnamakan bank, perusahaan, brand, atau organisasi tertentu.
Isi surel phising ini bisa saja berupa tawaran bonus maupun hadiah yang bisa didapatkan jika seseorang mengklik sebuah tautan atau lampiran dokumen (attachment) hingga mengisi data diri.
Seperti halnya email phising, pelaku spear phising juga akan mengirim surel palsu kepada korbannya. Namun, jenis ini dibedakan dari pelaku yang sudah membuat riset tentang korban.
Di dalam surel palsu tersebut, pelaku menambahkan informasi pribadi korban secara lebih spesifik. Contohnya, nama korban, alamat, tanggal ulang tahun, dan sebagainya agar lebih meyakinkan.
Smishing adalah metode phising menggunakan SMS. Pelaku phising akan mengirimkan pesan teks berisi tautan palsu ke ponsel korban lalu meminta korban mengklik dan mengisi informasi pribadinya.
Selain SMS, modus kejahatan phising terkini adalah dengan mengirim pesan chat via aplikasi obrolan WhatsApp yang dikenal sebagai WhatsApp Phising.
Sementara vishing adalah metode phising menggunakan voice atau suara. Pelakunya akan melakukan metode kejahatan ini dengan cara melakukan panggilan telepon kepada korbannya untuk memberikan informasi pribadi.
Berikutnya ada social media phising, modus penipuan online menggunakan akun di platform media sosial. Pelaku biasanya membuat profil dan postingan lalu memancing korban mengklik sebuah tautan hingga korban secara sukarela memberikan informasi pribadinya.
Jenis phising ini memanfaatkan sebuah situs palsu sebagai motif untuk mengelabui korban. Pelaku menggunakan situs yang tampilannya mirip dengan situs resmi sebuah lembaga atau institusi tertentu.
Domain dari web phising ini juga dibuat tampak mirip agar lebih meyakinkan korban untuk mengklik dan mengisi data pribadinya. Domain tersebut dikenal dengan istilah domain spoofing.
Kenali Cara Terhindar Dari Modus Penipuan SMS
Ada beberapa ciri phising yang mudah dikenali dan perlu untuk Anda hindari agar tidak menjadi korbannya, antara lain:
Informasi pengirim surel atau pesan phising biasanya janggal atau mencurigakan. Alamat email yang digunakan pelaku phising umumnya tidak sesuai lembaga, institusi, atau organisasi yang seolah-olah mereka wakili.
Untuk menghindarinya, penting untuk memeriksa ‘From’ dan ‘To’ dalam data surel tersebut. Periksalah apakah surel itu menggunakan alamat pengirim yang sesuai atau tidak sesuai dengan lembaga, institusi, atau organisasi resmi.
Baik surel maupun pesan phising biasanya menggunakan salam yang tidak spesifik untuk menyapa nama Anda sebagai individu. Umumnya, mereka menulis “Pelanggan yang Terhormat.”
Surel atau pesan dari sebuah lembaga, institusi, maupun organisasi resmi umumnya telah mempersonalisasi isi komunikasinya, spesifik, tidak bertele-tele, dan hanya memberikan informasi relevan kepada Anda.
Pelaku phising seringkali menggunakan bahasa yang intimidatif kepada calonnya, seperti mendesak, mendorong untuk melakukan tindakan tertentu, hingga mengancam calon korbannya.
Untuk menghindarinya, periksa kembali beberapa komponen surel, seperti tata bahasa yang tidak seperti surel resmi, kesalahan ejaan, subjek surel, hyperlink, attachment, hingga konten surel tersebut.
Email atau pesan teks phising yang dikirimkan dari lembaga, institusi, atau organisasi resmi tidak akan pernah meminta informasi pribadi Anda seperti nama, nomor identitas, password, nomor rekening bank, nomor kartu kredit, hingga data sensitif lainnya lewat email atau metode lainnya di platform online.
Agar terhindar dari penipuan ini, Anda perlu memverifikasi sumber pesan tersebut dengan menghubungi call center dari lembaga, institusi, atau organisasi resmi bersangkutan.
Selain itu, hindari tindakan membocorkan atau oversharing data-data di akun media sosial Anda, seperti alamat rumah, tanggal ulang tahun, maupun data kesehatan. Berhati-hatilah pada foto atau video yang akan Anda bagikan di platform media sosial.
Anda juga disarankan untuk tidak menyimpan informasi login ketika menggunakan komputer umum atau smartphone orang lain. Selalu gunakan juga kombinasi unik untuk password.
Format pesan teks phising umumnya mudah dikenali dari lampiran atau tautan yang sangat mungkin untuk dicurigai. Umumnya, lampiran atau tautan tersebut dipasang sebagai tindak lanjut dari konten pesan teks phising.
Hindari mengklik atau mengunduh lampiran atau tautan tersebut, baik di email, SMS, WhatsApp, hingga pesan di berbagai platform media sosial Anda. Pahami format pengisian data yang mencurigakan dan penting untuk melakukan verifikasi dahulu mengenai keaslian lembaga, institusi, atau organisasi tersebut.
Phising juga kerap memberikan tawaran menarik, mulai dari memenangkan hadiah, kabar fantastis, bonus tertentu, kenaikan jabatan, hingga diskon besar. Ada juga tawaran menggiurkan, seperti undian berhadiah, barang mewah, dan lain-lain meskipun Anda belum pernah mengikuti aktivasi apa pun.
Hindari phising dengan tidak mengikuti perintah hingga mengabaikan email maupun pesan teks yang mencurigakan. Jika dilakukan, Anda bisa saja menerima serangan phising lebih sering dalam sehari.
Anda juga perlu menghindari telepon dari nomor tidak dikenal, terutama bila nomornya tidak ada dalam daftar kontak Anda. Jika tak sengaja diangkat, dengarkan kepentingan orang tersebut dan abaikan telepon bila permintaannya sudah mengarah pada permintaan data-data sensitif atau pembayaran tertentu.
Penting bagi Anda untuk selalu berhati-hati dan mewaspadai segala bentuk penipuan yang dikirimkan untuk Anda dengan modus phising ini. Mulailah bertransaksi lebih aman dan nyaman dengan memperhatikan Tips Keamanan dari CIMB Niaga.
Jika mendapat email mencurigakan, pastikan Anda mengabaikannya, tidak memberikan data-data seperti nomor kartu kredit, user ID, PIN, password, kode OTP, hingga kode voucher kepada siapa saja dan apa pun alasannya.
Penting juga untuk tidak memberikan tiga (3) digit angka di belakang kartu kredit maupun debit kepada oknum yang mengatasnamakan pihak CIMB Niaga. Yuk, lebih berhati-hati dalam bertransaksi dan simak Tips Keamanan dari CIMB Niaga untuk memahami dan mengenali modus-modus kejahatan digital ini.
Hati-hati dengan modus penipuan lewat media sosial
Hati-hati dengan modus penipuan lewat domain website palsu
Hati-hati dengan modus penipuan vishing
Ambil Promo Spesial CIMB Niaga Sekarang Juga