www.cimbniaga.co.id production
ID EN

Mengenal Apa Itu ROE, Faktor Pengaruh dan Cara Menghitungnya

 

“ROE kerap jadi alat ukur rahasia investor untuk menilai kesehatan perusahaan. Sebenarnya apa itu ROE dan mengapa penting sebelum membeli saham? pelajari lebih lanjut tentang ROE sebelum berinvestasi.”

ROE atau Return on Equity adalah indikator yang digunakan investor untuk menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari ekuitas pemegang saham. Dengan rasio ini, investor dapat melihat seberapa efisien modal yang ditanamkan benar-benar menghasilkan keuntungan.

Karena itu, investor maupun pemangku kepentingan perlu memahami ROE secara menyeluruh. Pemahaman tersebut bisa menjadi dasar untuk menilai kinerja keuangan perusahaan sekaligus mempertimbangkan pilihan dalam investasi saham.

Apa Itu ROE?

Return on Equity (ROE) adalah rasio untuk mengukur seberapa besar laba bersih yang dihasilkan perusahaan dan dibandingkan dengan total modal pemegang saham. 

Besaran ROE biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase, di mana persentase tersebut menunjukkan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan modal pemegang saham untuk meraih keuntungan. 

Semakin tinggi angka ROE, artinya semakin produktif modal yang ditanamkan oleh para investor, sekaligus menjadi gambaran potensi pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Apa Pentingnya ROE untuk Investor?

Melalui ROE investor dapat memahami seberapa efisien perusahaan mengelola modal dari pemegang saham. Selain itu, berikut beberapa alasan pentingnya ROE untuk investor: 

  • ROE mendeteksi potensi keuntungan. Apabila ROE rendah biasanya mengindikasikan rendahnya kemampuan perusahaan dalam memberikan imbal hasil yang tinggi, begitu juga sebaliknya. 
  • ROE adalah alat perbandingan antar perusahaan. Investor bisa membandingkan ROE dari berbagai perusahaan dalam industri yang sama untuk memilih mana perusahaan yang paling produktif.
  • Membantu pengambilan keputusan investasi. Meski bukan faktor utama, ROE dapat menjadi acuan awal sebelum investor melakukan analisis keuangan yang lebih menyeluruh.

Baca Juga: Investasi Jangka Panjang Apa yang Aman? 

Faktor-faktor yang Memengaruhi ROE

ROE dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti marjin laba, perputaran aset, dan struktur modal perusahaan. Selain itu, ROE juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi dan regulasi ekonomi. Berikut penjelasannya: 

1. Marjin Laba Bersih

Marjin laba bersih menunjukkan seberapa besar keuntungan yang tersisa setelah dikurangi semua biaya dari total penjualan. Semakin tinggi marjin laba, semakin besar pengaruhnya dalam meningkatkan ROE.

Perusahaan dengan efisiensi biaya yang baik biasanya memiliki marjin laba lebih tinggi. Hal ini membuat modal pemegang saham lebih produktif dalam menghasilkan keuntungan. 

2. Turnover Aset (Perputaran Aset)

Turnover aset mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan aset yang dimilikinya untuk menghasilkan pendapatan. Jika aset dikelola dengan baik, pendapatan meningkat dan ROE juga akan meningkat. 

Sebaliknya, aset yang menganggur atau tidak dimanfaatkan optimal akan menurunkan efisiensi perusahaan. Dampaknya, meskipun modal besar, laba yang dihasilkan tidak maksimal.

3. Struktur Modal (Leverage Keuangan)

Penggunaan utang dapat meningkatkan ROE selama keuntungan dari utang lebih tinggi daripada biaya bunganya. Leverage ini membuat perusahaan terlihat lebih menguntungkan bagi pemegang saham.

Namun, penggunaan utang yang berlebihan bisa menjadi bumerang. Risiko gagal bayar dan beban bunga justru bisa menekan laba bersih sehingga ROE menurun.

4. Faktor Eksternal

Kondisi ekonomi makro seperti inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi memengaruhi ROE secara langsung. Lingkungan bisnis yang stabil umumnya membantu perusahaan menjaga kinerja keuangannya.

Selain itu, perubahan regulasi dan dinamika industri juga ikut berperan. Perusahaan harus mampu beradaptasi dengan cepat agar ROE tetap terjaga dalam jangka panjang.

Bagaimana Cara Menghitung ROE 

Setelah mengetahui arti dan pentingnya ROE untuk investor, kini Anda bisa memahami bagaimana cara menghitungnya. Perhitungan ROE ini menjadi penting karena membantu investor menilai kinerja keuangan suatu perusahaan dengan cepat. 

Rumus dasar untuk menghitung ROE: 

ROE = Laba Setelah Pajak (Laba Bersih) ÷ Total Ekuitas × 100%

Perhitungan ROE dilakukan dengan membagi laba setelah pajak dengan total ekuitas, kemudian dikalikan 100%. Hasil perhitungan ini menunjukkan persentase laba yang dihasilkan perusahaan berdasarkan total ekuitas yang dimiliki.

Contoh perhitungannya sebagai berikut: 

Sebuah perusahaan memiliki pendapatan Rp50 miliar dengan biaya operasional Rp30 miliar. Selain itu, perusahaan tersebut memiliki modal dari perusahaan saham sebesar Rp100 miliar. Maka, cara menghitung ROE nya begini: 

Laba Bersih (Net Income) = Pendapatan - Biaya Operasional 

Laba Bersih (Net Income) = Rp50 miliar - Rp30 miliar

= Rp20 miliar 

ROE = Laba Bersih ÷ Modal Pemegang Saham x 100% 

= 20 miliar ÷ 100 miliar x 100% 

= 20% 

Angka tersebut berarti setiap Rp100 modal pemegang saham dapat menghasilkan laba Rp20. 

Baca Juga: Angel Investor: Peran, Jenis, dan Cara Mendapatkannya

Bagaimana Cara Menilai ROE yang Baik? 

Berdasarkan POJK No. 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten Atau Perusahaan Publik, emiten atau perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan berkala. Laporan tersebut dapat digunakan investor untuk memperoleh data laba bersih dan ekuitas dalam menghitung ROE.

Meskipun tidak ada standar persentase ROE yang berlaku untuk seluruh perusahaan, investor dapat mempertimbangkan beberapa indikator berikut:

  • Perbandingan dengan perusahaan sejenis: ROE dapat dibandingkan dengan perusahaan dalam industri yang sama untuk menilai efisiensi penggunaan ekuitas.
  • Konsistensi ROE: Nilai ROE yang stabil atau meningkat selama beberapa periode dapat menunjukkan kemampuan perusahaan mempertahankan profitabilitas.
  • Struktur utang perusahaan: ROE yang tinggi perlu dianalisis bersama tingkat utang karena penggunaan utang yang besar dapat memengaruhi rasio tersebut.
  • Kondisi laba perusahaan: Pertumbuhan laba bersih yang berkelanjutan dapat membantu menunjukkan kualitas kinerja perusahaan.

Dengan mempertimbangkan indikator tersebut, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan sebelum mengambil keputusan investasi.

Beda ROE dan ROI dalam Berinvestasi 

Dalam dunia investasi, terdapat berbagai rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja dan potensi keuntungan. Dua di antaranya yang paling sering digunakan adalah ROE (Return on Equity) dan ROI (Return on Investment).

Return on Equity (ROE)

  • Mengukur laba bersih dibandingkan dengan modal pemegang saham.
  • Umumnya digunakan investor saham untuk menilai efisiensi perusahaan.
  • Fokusnya pada kinerja internal perusahaan.

Return on Investment (ROI)

  • Mengukur total pengembalian dibandingkan dengan biaya investasi.
  • Berlaku pada berbagai jenis investasi, tidak terbatas pada saham saja.
  • Menilai efektivitas investasi dalam konteks yang lebih luas.

Perbedaan ini penting dipahami agar investor bisa memilih rasio yang tepat sesuai tujuan analisis, apakah ingin menilai efisiensi perusahaan atau menghitung imbal hasil dari berbagai bentuk investasi.

Mulai Berinvestasi Aman dengan Reksadana CIMB Niaga 

Memahami ROE bisa membantu investor menilai efisiensi dan kesehatan suatu perusahaan. Namun, rasio ini hanyalah salah satu alat analisis, sementara keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan masing‑masing.

Sebagai langkah diversifikasi, CIMB Niaga menawarkan berbagai produk reksadana seperti pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, hingga terproteksi. Setiap pilihan memberi fleksibilitas bagi investor untuk menyesuaikan strategi dengan profil risiko yang dimiliki.

Kini, membeli reksadana CIMB semakin mudah melalui Aplikasi OCTO dan Website OCTO. Tunggu apalagi? Ini saatnya Anda mengambil langkah nyata dengan mulai berinvestasi reksadana bersama CIMB Niaga.


Produk Terkait

Obligasi

Biaya spesial dan return lebih tinggi

Market Linked Deposit

Pilihan investasi yang menjaga dana pokok tetap aman

Strike Currency

Investasi valas dengan pertumbuhan optimal

Bond Linked Deposit

Struktur Produk dengan imbal hasil kompetitif