www.cimbniaga.co.id production
ID EN

Mengenal Risk Appetite hingga Manfaatnya bagi Perusahaan

 

“Risk Appetite adalah salah satu dari tiga elemen penting yang berperan untuk mengelola risiko dan mengatur strategi pencapaian perusahaan”

Risk appetite mencerminkan sejauh mana suatu perusahaan atau individu bersedia mengambil risiko dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan, termasuk dalam berinvestasi

Karena itu, pelaku usaha penting untuk memahami risk appetite agar bisa menyusun strategi yang selaras antara pertumbuhan dan kemampuan menghadapi ketidakpastian dalam perusahaan. 

Apa Maksud Risk Appetite

Risk Appetite adalah jumlah dan jenis risiko yang dapat diterima oleh sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Risiko-risiko tersebut masih dianggap wajar dan tidak mengganggu kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan strategis. 

Setiap perusahaan akan memiliki batasan risiko yang berbeda-beda. Hal itu bisa dilihat berdasarkan jenis industri, target bisnis, dan budaya kerja.

Salah satu hal yang harus diingat risk appetite merupakan sikap proaktif dari sebuah perusahaan, bukan bagaimana perusahaan menghadapinya. Karena itu satu risk appetite tidak bisa diterapkan untuk semua jenis risiko yang ada di perusahaan. 

Misal, jika sebuah perusahaan berhadapan dengan kondisi ekonomi, maka tingkat risiko yang berkaitan, seperti keuangan bisa dikurangi. 

Baca juga: Proposal Bisnis: Jenis, Tujuan, dan Tips Membuatnya 

Manfaat Mengetahui Risk Appetite

Seperti diri sendiri, mengetahui risk appetite menjadi bentuk menjaga batasan agar perusahaan bisa terus berjalan dengan situasi yang tidak bisa diprediksi. 

Manfaatnya perusahaan bisa membuat keputusan tidak hanya cepat, tapi juga tepat. Selain itu, berikut adalah manfaat lain dari mengetahui pentingnya risk appetite: 

1. Bantu Pengambilan Keputusan 

Risk appetite adalah panduan agar perusahaan menentukan seberapa besar risiko yang bisa diterima. Dengan begitu, perusahaan bisa mengambil keputusan yang tepat bukan keputusan nekat. 

Selain itu, hal ini juga dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi, dan memberikan kejelasan dalam menjalankan program baru.

2. Mengelola Risiko Jadi Lebih Baik

Adanya batas risiko yang didefinisikan secara jelas, seluruh bagian organisasi dapat mengambil risiko secara lebih seragam dan sejalan dengan kebijakan yang berlaku. 

Dengan begitu, risk appetite akan mengurangi inkonsistensi dalam pengambilan keputusan. Jika sebuah perusahaan mampu mengelola batasan-batasan risikonya, maka kegiatan bisnis bisa lebih teratur dan terarah.

3. Memfasilitasi Diskusi Strategis di Tingkat Eksekutif

Risk appetite menyediakan struktur bagi pimpinan eksekutif untuk mendiskusikan batas-batas risiko yang diinginkan, dapat diterima, atau harus dihindari. 

Hal ini membantu menyelaraskan persepsi dan ekspektasi seluruh jajaran manajemen.

4. Menjaga Reputasi Perusahaan 

Risk appetite membantu menyusun alat bantu penilaian risiko seperti heatmap (peta risiko) dan tabel kemungkinan dampak. Alat ini berguna untuk memvisualisasikan seberapa besar suatu risiko dan bagaimana harus menanganinya.

Dengan adanya batas toleransi risiko yang jelas, organisasi bisa menilai apakah suatu risiko perlu ditindaklanjuti serius, cukup dipantau, atau bisa diterima.

Faktor yang Mempengaruhi Risk Appetite

Risk appetite adalah strategis perusahaan yang dibentuk berdasarkan faktor-faktor di bawah ini: 

1. Seberapa besar Perusahaan 

Faktor yang mempengaruhi risk appetite adalah seberapa besar ukuran dan kekuatan sebuah perusahaan. Perusahaan besar biasanya sudah lebih mampu menanggung risiko jika dibandingkan dengan perusahaan kecil. 

2. Tujuan dan strategi bisnis 

Faktor lain yang mempengaruhi risk appetite adalah tujuan dari sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan harus bisa mengembangkan risk appetite yang selaras dengan strategi dan visi misi yang menjadi tujuan. 

3. Lingkungan Bisnis 

Sifat dari risk appetite adalah proaktif dan tidak statis. Hal ini karena risk appetite bisa berubah sesuai dengan kondisi internal perusahaan, ataupun regulasi, dan dinamika ekonomi. 

4. Gaya Kepemimpinan dan Budaya Perusahaan

Faktor selanjutnya yang sering memengaruhi risk appetite adalah gaya kepimpinan dan budaya perusahaan. Perusahaan dengan budaya inovatif, biasanya akan memiliki risk appetite yang lebih tinggi. 

Sebaiknya, jika perusahaan dengan budaya konservatif akan lebih berhati-hati dalam menentukan risk appetite nya. 

Baca juga: Pengertian dan Manfaat Payroll dalam Perusahaan 

Pengaruh Risk Appetite untuk Perusahaan

Risk appetite adalah salah satu kunci keberhasilan dan kelangsungan bisnis. Jika penggunaannya tepat, risk appetite akan memberikan dampak untuk perusahaan seperti: 

1. Perusahaan Lebih Tangguh

Memiliki risk appetite yang jelas membuat perusahaan lebih siap dan cepat mengambil keputusan saat menghadapi ketidakpastian, seperti krisis ekonomi atau perubahan pasar. 

Selain itu, perusahaan juga jadi lebih mudah menyusun strategi mitigasi, sehingga tahu kapan harus mengambil peluang dan kapan harus menahan diri demi menjaga stabilitas. 

2. Perusahaan Lebih Efisien 

Salah satu dampak positif jika perusahaan memiliki risk appetite yang jelas adalah meningkatnya efisiensi dalam pengelolaan perusahaan. Dengan batas risiko yang telah ditentukan, perusahaan pun bisa lebih fokus pada peluang yang benar-benar sejalan dengan strategi dan tujuan bisnis. 

Hal tersebut tentunya mencegah perusahaan membuang waktu dan biaya untuk hal-hal yang di luar toleransi risiko atau yang tidak memberikan hasil optimal. 

3. Mendorong Inovasi 

Memiliki risk appetite yang jelas membuat perusahaan lebih percaya diri dalam mengambil langkah-langkah inovatif. Risk appetite akan membuat manajemen jadi lebih leluasa mendorong ide-ide baru tanpa terlalu khawatir terhadap kemungkinan gagal. 

Ini penting, karena inovasi seperti meluncurkan produk baru atau menjajaki pasar baru memang membutuhkan keberanian dan kesiapan menghadapi ketidakpastian.

Tepat Mengatur Risiko Perusahaan bersama CIMB Niaga

Persiapan dalam menghadapi dunia bisnis yang dinamis, risk appetite adalah fondasi penting untuk membantu perusahaan tetap seimbang dan tumbuh dengan kehati-hatian.

Perusahaan juga diharapkan selalu memiliki keputusan yang tepat ketika menghadapi berbagai situasi kondisi yang tak terduga. Karena itu kehadiran risk appetite adalah pedoman strategis untuk melihat peluang bisnis, menetapkan batasan operasional, hingga mengelola keuangan dengan lebih cermat.

Risk appetite adalah dasar dari cash flow yang sehat. Jika tidak memiliki pemahaman yang tepat tentang batas risiko, keputusan keuangan bisa menjadi terlalu agresif atau terlalu konservatif. 

Di sinilah pentingnya perusahaan memiliki sistem pengelolaan kas (cash management) yang andal. Dengan solusi CIMB Niaga Cash Management pengelolaan dana dan likuiditas secara real-time bisa disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan bisnis.


Produk Terkait

Xtra Dana

Apapun kebutuhan Anda, XTRA Dana hadir sebagai solusi pinjaman dengan beragam kemudahan. Ajukan XTRA Dana sekarang melalui Aplikasi OCTO!

Reksa Dana

Beragam pilihan produk dalam mata uang IDR, USD, dan EUR

XTRA Payroll

Bebas biaya transfer dan tarik tunai di ATM bank lain

BizChannel@CIMB Mobile

Nikmati pengelolaan keuangan bisnis Anda dengan beragam fitur dan keuntungan melalui BizChannel@CIMB Mobile  yang dapat diunduh melalui iOS maupun Android.