"Rumus bunga majemuk digunakan untuk menghitung total jumlah yang harus dibayarkan seiring waktu, karena bunga dihitung berdasarkan pokok dan bunga yang telah terakumulasi. Simak pembahasannya.”
Rumus bunga majemuk dapat memberi Anda wawasan tentang bagaimana uang dapat berkembang lebih cepat seiring waktu.
Bunga majemuk bisa menjadi keuntungan besar, baik dalam tabungan maupun investasi seperti deposito berjangka. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Sebelum memahami rumus bunga majemuk dan contoh penghitungannya, Anda perlu mengetahui mengenai definisi bunga majemuk terlebih dahulu.
Bunga majemuk juga dapat dimengerti sebagai biaya jasa peminjaman uang dari sebuah kesepakatan antara pemberi pinjaman dan pihak yang dipinjamkan dalam jangka waktu tertentu.
Konsep bunga majemuk adalah penambahan bunga yang jatuh tempo ke dalam nilai pokok di akhir setiap periode bunga. Tujuannya adalah untuk mendapatkan nilai pokok yang baru.
Kemudian, perhitungan bunga di periode berikutnya akan didasarkan pada nilai pokok yang baru ini, bukan dari nilai pokok awal, begitu seterusnya.
Periode penghitungan dengan rumus bunga majemuk ini mulai dari mingguan, bulanan, triwulan, semester, dan tahunan. Jadi, tidak wajib satu tahun meskipun tingkat bunga umumnya dinyatakan per tahun.
Rumus bunga majemuk secara konsep ditambahkan ke dalam pokok awal suatu investasi atau pinjaman yang dapat memberikan Anda sejumlah manfaat, antara lain:
Penghitungan dengan rumus bunga majemuk beserta hasilnya mampu meningkatkan tabungan dalam jangka panjang meski Anda hanya menyimpannya di satu tempat saja.
Investasi yang Anda lakukan akan tumbuh pada tingkat eksponensial. Itu berarti, bunga yang diperoleh akan menghasilkan bunga itu sendiri, lagi dan lagi.
Kondisi ini dapat menciptakan efek bola salju yang memungkinkan nilai investasi Anda bertumbuh lebih cepat dari waktu ke waktu.
Lewat penghitungan dengan rumus bunga majemuk, Anda dapat mencapai tujuan menabung jadi lebih cepat.
Pasalnya, bunga majemuk dapat membantu Anda mencapai tujuan finansial seperti menabung untuk membeli rumah, membiayai pendidikan, membeli kendaraan, masa pensiun, dan lain-lain.
Alasannya adalah karena bunga majemuk dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bunga sederhana.
Manfaat berinvestasi dengan bunga majemuk selanjutnya adalah membantu investasi melampaui inflasi, sehingga daya beli uang Anda terjaga dari waktu ke waktu.
Jika rata-rata inflasi adalah 3% per tahun sementara investasi yang tumbuh sebesar 6% per tahun lewat bunga majemuk, berarti investasi Anda menghasilkan laba riil sebesar 3% secara efektif.
Dengan begitu, kekayaan Anda akan bertumbuh lebih cepat dibandingkan laju inflasi setiap tahun. Menarik, bukan?
Anda bisa memilih tabungan dengan bunga majemuk sebagai pilihan investasi yang ideal. Terutama berkat penghitungan menggunakan rumus bunga majemuk beserta hasil penghitungannya.
Pasalnya, semakin lama Anda menyimpan uang di bank, semakin tinggi pula bunga yang Anda peroleh.
Deposito Berjangka di CIMB Niaga Mudah Dalam Hitungan Menit!
Bunga majemuk berbeda dari bunga tunggal. Berikut adalah perbedaan keduanya yang perlu Anda ketahui.
Bunga tunggal atau simple interest merupakan persentase jumlah pinjaman yang akan dibayarkan oleh pihak peminjam setiap tahun.
Bunga tunggal berfungsi sebagai tambahan dari pembayaran pokok pinjaman. Sehingga, simple interest ini disebut juga sebagai suku bunga tahunan.
Sementara bunga majemuk memiliki tingkat persentase yang sama namun dihitung secara berkala. Setiap kali penghitungan, pembayaran bunga baru ditambahkan ke jumlah pokok.
Karena itu, penghitungan bunga majemuk dapat meningkatkan jumlah dana yang harus dibayarkan setiap kali dihitung. Seperti namanya, bunga Anda akan menghasilkan bunga juga.
Untuk melakukan penghitungan bunga majemuk, Anda bisa menggunakan salah satu dari rumus bunga majemuk berikut:
= [P (1 + i) n ] – P
atau
= P [(1 + i) n – 1]
Keterangan:
P = pokok
i = tingkat bunga tahunan
n = jumlah periode peracikan
Contoh penghitungan dengan rumus bunga majemuk adalah sebagai berikut:
Misalnya, Anda memiliki pinjaman 3 tahun sebesar Rp10.000.000 dengan suku bunga 5% dan dengan bunga majemuk per tahun. Lantas, berapa jumlah bunga Anda?
Anda bisa menggunakan rumus bunga majemuk yang kedua untuk penghitungan contoh kasus di atas.
Diketahui:
P = 10.000.000
i = 0,05
n = 3
Maka:
= 10.000.000 x [(1 + 0,05) 3 – 1]
= 10.000.000 x [1,157625 – 1]
= 10.000.000 x 0,157625
= 1.576.250
Jadi, jumlah bunga majemuk setelah 3 tahun adalah sebesar Rp1.576.250.
Sementara total yang harus dibayar = pokok + bunga = Rp11.576.250.
Modal Rp 8 Juta Bisa Punya Deposito Berjangka CIMB Niaga, Cek Sekarang Juga!
Rumus bunga majemuk dapat membantu Anda mengkalkulasi keuntungan dalam periode jangka panjang. Anda pun dapat meraih keuntungan dengan modal minimum dengan membuka Deposito Berjangka CIMB Niaga.
Anda sudah tak perlu lagi pergi ke bank untuk membuka deposito. Sebaliknya, Anda hanya perlu membukanya lewat genggaman dengan beberapa klik saja via Website OCTO atau Aplikasi OCTO
Tersedia jangka waktu yang bisa langsung Anda pilih dan deposito bisa diperpanjang secara otomatis lewat sistem Automatic Roll Over (ARO) untuk jangka waktu yang sama.
Yuk, lipat gandakan aset Anda dengan instrumen investasi Deposito Berjangka yang mudah dibuat dan diakses.
Pilihan investasi yang menjaga dana pokok tetap aman
Biaya spesial dan return lebih tinggi

Ambil Promo Spesial CIMB Niaga Sekarang Juga