"Makanan khas China telah lama mendunia karena kelezatannya, bahkan dibuat dengan teknik memasak khusus yang membuat setiap sajian menggugah selera. Simak pembahasannya.”
Keunikan makanan khas China yang autentik tak hanya terletak pada bumbu tapi juga pada peralatan dan teknik memasaknya, seperti ”wok hei”, menumis, merebus, dan mengukus. Teknik ini mengubah bahan-bahan sederhana menjadi hidangan luar biasa.
Jika Anda tertarik mencicipi langsung kuliner tersebut di tempat asalnya, pastikan semua dokumen untuk business trip atau liburan ke China sudah siap.
Jika masa berlaku paspor habis, pastikan Anda segera memperpanjang paspor mati sesuai syarat buat paspor agar bisa bepergian ke luar negeri dengan tenang.
Makanan khas China telah lama dikenal dunia karena kelezatannya, tak terkecuali di Indonesia. Berikut adalah deretan makanannya yang perlu Anda cicipi:

Dim sum adalah makanan khas China yang secara tradisional disantap sebagai makanan ringan, seperti untuk brunch yang dapat disantap pada pagi atau siang hari, maupun sebagai teman minum teh, dan dinikmati bersama keluarga atau kerabat.
Dim sum berasal dari wilayah Guangzhou dan Hong Kong yang secara harfiah berarti "menyentuh hati." Sebagai hidangan pendamping teh, dim sum hadir dalam berbagai cita rasa, baik manis maupun gurih.
Dim sum dapat diolah dengan beragam metode, termasuk ditumis, dikukus, digoreng, atau dipanggang, menghasilkan variasi rasa dan tekstur yang menarik.
Dim sum bisa Anda temukan dengan mudah di tempat asalnya yang ditawarkan dengan harga RMB 70 (sekitar Rp159.000) per orang dengan menu set pilihan Anda.

Bebek peking adalah hidangan kerajaan dari Beijing yang telah lama menjadi hidangan nasional. Sejarahnya panjang, berasal dari era kekaisaran hingga menjadi warisan kuliner legendaris dari China.
Dalam pembuatannya, bebek dibumbui lalu dipanggang dalam oven khusus, menghasilkan kulit yang sangat renyah dan daging yang empuk serta juicy. Proses memasaknya yang unik adalah kunci cita rasa istimewanya.
Hidangan ini biasanya disajikan dengan saus kacang manis, daun bawang, mentimun, dan panekuk tipis. Kombinasi ini menciptakan pengalaman bersantap yang unik dan tak terlupakan.
Bebek peking bisa Anda temui di beberapa restoran di Beijing dengan harga rata-rata RMB 90, sekitar Rp205.000 per orang.

Kung pao chicken adalah salah satu makanan khas China yang sangat populer. Kung pao chicken terdiri dari ayam potong dadu, cabai kering, dan kacang tanah yang ditumis bersama. Rasa yang dihasilkan adalah kombinasi seimbang antara pedas, manis, asam, dan asin yang menggugah selera.
Untuk menikmatinya, gunakan sumpit untuk mengambil potongan ayam dan disantap bersama nasi dan daun bawang lalu lahap dalam satu suapan untuk merasakan semua layer rasanya.
Warisan kuliner bersejarah ini bisa Anda temui di Chengdu hingga di Beijing, harga rata-rata per porsinya sekitar RMB 28, atau sekitar Rp28.000 per porsi.

Tahu Mapo adalah hidangan tradisional Tiongkok yang sangat ikonik dari masakan Sichuan. Berasal dari Chengdu pada abad ke-19, hidangan ini dikenal dengan tahu sutra yang direbus dalam saus minyak cabai.
Kuahnya yang pedas dan bikin nagih sangat mirip dengan cita rasa masakan Meksiko atau Thailand. Di dalamnya, Anda akan menemukan daging sapi atau babi cincang yang menambah kekayaan rasa.
Untuk menikmatinya layaknya warga lokal, sajikan Tahu Mapo dengan nasi hangat. Sendokkan tahu dan kuahnya di atas nasi untuk mendapatkan kombinasi rasa yang nikmat.
Jika sedang berkunjung ke Beijing atau Shanghai, Anda bisa menemukan menu nasional ini dengan harga jual rata-rata sekitar RMB 20-40, sekitar Rp45.000-Rp91.000 per porsi.

Xiaolongbao adalah pangsit berisi sup yang ikonik dari Shanghai. Hidangan ini diciptakan pada abad ke-19 oleh Huang Mingxian. Ia ingin pangsit buatannya menonjol di tengah persaingan ketat.
Mingxian kemudian mengembangkan pangsit klasik dalam versi yang lebih unik. Pangsit ini diisi dengan sup dan daging babi cincang yang gurih, ada juga isian daging kepiting atau udang.
Adonannya yang tipis namun kuat bisa menahan isian. Xiaolongbao kemudian dikukus dalam keranjang bambu khusus. Makanan ini lebih cocok disantap selagi panas dengan menyeruput kuahnya dulu lalu beri tambahan cuka dan jahe.
Xiaolongbao bisa Anda temukan di sebagian besar wilayah di China daratan. Harga xiaolongbao di Shanghai, misalnya, rata-rata adalah RMB 16 (sekitar Rp36.000) untuk isi babi cincang, dan RMB 38 (sekitar Rp86.000) untuk isi kepiting.
Baca Juga: 6 Makanan Korea Halal, Nikmat dan Aman untuk Dikonsumsi

Mi gandum, seperti chow mein adalah bahan pokok masakan Tiongkok. Chow mein biasanya lebih tipis yang menjadi hidangan berkuah di China namun sering disajikan dalam versi goreng di Amerika atau Eropa.
Chow mein terbuat dari tepung terigu, garam, air, dan telur. Anda bisa menemukan mi kering dan segar di toko, atau membuatnya sendiri di rumah dengan mudah.
Kategori mi ini sangat luas, mencakup berbagai lebar, bentuk, dan ketebalan. Mi juga bervariasi dalam warna, panjang, tekstur, dan metode memasaknya, menjadikannya bahan yang sangat serbaguna.
Makanan khas China ini biasanya digoreng bersama isian udang, ayam, atau daging sapi. Rata-rata harga seporsi chow mein di Hong Kong, misalnya, adalah HKD 82, atau sekitar Rp171.000.

Moon cake atau kue bulan adalah salah satu makanan khas China yang biasanya berukuran 5-10 cm. Kue ini memiliki kulit pastry yang membungkus isian manis atau gurih yang padat, kudapan ini begitu lezat dan nikmat.
Moon cake umumnya dibuat dengan cara dikukus atau digoreng. Isiannya beragam, mulai dari isi pasta kacang merah, kacang-kacangan, cokelat, green tea, buah-buahan, sayuran, bahkan seafood, dan lain-lain.
Kue bulan biasanya dipotong kecil-kecil dan dinikmati bersama keluarga dalam perayaan festival di pertengahan Musim Gugur. Kue ini paling pas dinikmati bersama teh hangat.
Harga jual 4 buah mooncake yang terkenal nikmat dan lembut di Hong Kong, misalnya, mencapai HKD 1.800, sekitar Rp3.700.000!

Zongzi adalah makanan khas China berikutnya yang terbuat dari beras ketan, diisi aneka bahan. Zongzi biasanya dibungkus daun bambu, alang-alang, atau sejenisnya. Camilan ini kemudian dikukus atau direbus.
Setiap jenis daun memberikan rasa dan aroma yang unik pada nasi ketan. Isiannya bervariasi, dari bahan gurih seperti daging babi dan ayam, hingga yang manis seperti pasta kacang merah.
Zongzi paling sering dikonsumsi saat Festival Perahu Naga (Festival Duanwu). Hidangan ini menjadi bagian penting dari perayaan, menjadikannya lebih dari sekadar camilan.
Satu buah zongzi biasanya dijual dengan harga RMB 19-21, atau sekitar Rp43.000 - Rp47.000. Anda bisa menemukan zongzi di banyak wilayah di China, termasuk Beijing, Guangzhou, hingga Shanghai.

Lumpia adalah makanan khas China yang biasanya menjadi hidangan pembuka. Bentuknya seperti lumpia, diisi dengan aneka bahan seperti irisan kubis, daging babi cincang, dan mi.
Semua isian ini dibungkus dalam kulit pastry tipis yang renyah. Isian lumpia biasanya dibumbui dengan kecap, bawang putih, dan jahe, yang memberikan cita rasa kuat dan gurih. Paduan bumbu ini menjadi kunci kelezatan lumpia.
Lumpia umumnya digoreng hingga berwarna cokelat keemasan, menghasilkan lapisan luar yang renyah sempurna. Tekstur renyah ini sangat melengkapi isiannya yang lembut dan lezat.
Harga jualnya di Shanghai sekitar RMB 96 atau sekitar Rp219.000 per 10 buah. Di Provinsi Sichuan, harga jualnya sekitar RMB 3 (sekitar Rp6.800) per buah.

Hot pot adalah hidangan sosial yang sangat penting dalam kuliner tradisional Tiongkok. Terdapat banyak varian yang digemari, seperti hot pot pedas Sichuan dan Chongqing, hot pot daging sapi Chaoshan, dan hot pot tembaga dari Beijing.
Hot pot asal Sichuan dan Chongqing terkenal karena rasanya yang pedas, segar, dan harum. Isiannya bervariasi, termasuk jeroan seperti babat, usus bebek, dan tahu, menjadikannya kaya rasa.
Sementara hot pot Chaoshan berfokus pada daging sapi, dengan tekstur ringan yang menonjolkan cita rasa asli daging. Sedangkan hot pot Beijing terbuat dari daging kambing, menawarkan rasa lembut yang disajikan bersama sawi putih dan tahu.
Rata-rata hot pot di Beijing, misalnya, dibanderol dengan harga RMB 80-120 (sekitar Rp182.000-Rp273.000).

Dan dan noodles adalah makanan khas China yang memiliki saus pedas. Hidangan ini terbuat dari campuran minyak cabai, merica Sichuan, dan sayuran yang diawetkan.
Sausnya sering ditambahkan pasta wijen atau kacang sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang pedas dan mendalam. Hidangan ini umumnya juga dilengkapi dengan daging cincang yang berfungsi sebagai pelengkap rasa.
Meskipun versi aslinya di Tiongkok sangat pedas, dan dan noodles telah disesuaikan dengan selera Barat. Versi ini cenderung lebih lembut dengan bumbu yang lebih ringan.
Dan dan noodles yang dijual di Beijing rata-rata dibanderol RMB 20-30, atau sekitar Rp45.000-Rp68.000 per porsi.

Congee atau bubur adalah makanan khas China yang dibuat dengan memasak nasi dengan air dalam jumlah banyak. Nasi akan hancur dan airnya mengental seperti puding, menjadikannya hidangan yang lembut dan mudah dicerna.
Bubur sangat populer sebagai menu sarapan dan sering diberikan kepada orang yang sakit. Meskipun bisa dinikmati kapan saja, hidangan ini biasanya disajikan sebagai hidangan gurih, bukan manis seperti oatmeal.
Bubur biasanya disajikan dengan topping dan pelengkap, seperti daun bawang, kecap, atau minyak wijen, serta bahan lain seperti telur, acar, udang kering, tahu, atau berbagai jenis daging dan ikan sesuai selera.
Congee bisa Anda temukan dengan mudah di Beijing dengan harga mulai dari RMB 3-15, sekitar Rp6.800-Rp34.000 per porsi.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Makanan Jepang Terkenal dan Ciri Khasnya

Beggar's chicken adalah hidangan unik yang dibuat dari ayam utuh dimarinasi dan diisi dengan bumbu-bumbu, lalu dibungkus rapat dengan daun teratai sebelum dilapisi tanah liat dan dipanggang.
Proses memasak yang panjang ini menghasilkan ayam yang matang sempurna, empuk, dan juicy. Aroma yang meresap dari daun teratai akan keluar dan menghasilkan hidangan kaya rasa.
Bagian paling menarik dari hidangan ini adalah saat selesai dimasak. Anda akan memecahkan lapisan tanah liat yang keras dengan palu dan menemukan ayam yang sudah matang sempurna di dalamnya.
Beggar’s chicken yang berasal dari wilayah Hangzhou ini biasanya dijual dengan harga RMB 180-580, sekitar Rp410.000 hingga Rp1.100.000 per porsi di Beijing.

Bao zai fan atau claypot rice adalah makanan khas China dari Guangzhou yang dimasak perlahan di dalam pot tanah liat. Topping-nya bervariasi, terutama daging olahan dan iga.
Rasanya adalah kombinasi asin dan segar yang unik. Proses memasak yang lambat membuat setiap butir nasi meresap bumbu dengan sempurna, menciptakan aroma yang khas.
Untuk menikmatinya seperti penduduk lokal di Guangzhou, tuangkan kecap di sekeliling tepi pot. Lalu, aduk nasi dari bagian luar ke dalam agar kecap merata dan menyatu dengan semua bahan.
Harga jual claypot rice di Guangzhou rata-rata RMB 34, atau sekitar Rp77.000 per porsi. Hidangan ini juga cukup populer di Malaysia dan Singapura.

Roujiamo merupakan salah satu hidangan berusia ribuan tahun dari China. Anda akan menemukan pengalaman rasa yang unik saat menyantap makanan khas China yang sekilas seperti “burger” ini.
Hidangan ini terdiri dari daging babi rebus empuk dan lembut sebagai isian untuk roti panggang yang sedikit kering dan renyah. Roujiamo biasanya disantap bersama liangpi, mi pipih dan lebar.
Untuk menikmati roujiamo, Anda bisa memilih isiannya. Pilihan antara daging yang berlemak atau hanya daging tanpa lemak.
Harga jualnya di pedagang kaki lima di Kota Beijing RMB 19, atau sekitar Rp43.000 per porsi. Anda juga bisa menemukan makanan ini di banyak tempat di Kota Xi’an.

Tangcu xiaopai atau iga asam manis menjadi salah satu makanan khas China yang digemari banyak orang. Meskipun berasal dari Zhejiang, versi Shanghai untuk sajian ini sangat populer dan dikenal karena sausnya yang kental dan kaya rasa.
Saat digigit, kulit iga babi yang karamelisasi melepaskan aroma daging yang kaya. Rasa manisnya diseimbangkan dengan sedikit rasa asam, dan tekstur dagingnya terasa berserat dan empuk.
Untuk menikmatinya seperti penduduk lokal di Shanghai, gunakan sarung tangan saat memegang iga. Setelah selesai, campurkan sisa saus dengan nasi hangat untuk pengalaman makan yang sempurna.
Seporsi tangcu xiaopai yang di beberapa restoran di Shanghai dijual dengan harga RMB 80, atau sekitar Rp182.000 per porsi.

Zhajiangmian adalah makanan khas China berupa mi tradisional yang autentik. Ciri khas utamanya adalah saus yang kaya rasa dan gurih, terbuat dari perpaduan daging babi giling dan pasta kedelai fermentasi.
Mi yang digunakan pun istimewa, dibuat secara manual agar memiliki tekstur kenyal yang pas. Anda bisa menambahkan topping seperti irisan mentimun segar untuk menciptakan kontras rasa yang menyegarkan.
Aduk mi dengan cepat agar semua mi terbalut saus secara merata. Cara makan ini akan memastikan setiap suapan memiliki rasa kaya, gurih, dan sedikit manis yang khas.
Zhajiangmian bisa Anda temukan di banyak penjual makanan di Beijing. Harga jualnya mulai dari RMB 40-100, atau sekitar Rp91.000 hingga Rp228.000 per porsi.
Baca Juga: Daftar Tempat Wisata di Malaysia yang Lagi Ngehits
Anda kini bisa bertransaksi dengan mudah dan nyaman di luar negeri bersama OCTO Savers+. Dengan kemudahan ini, Anda dapat membeli makanan khas China yang autentik di berbagai kota dan wilayah di China tanpa repot.
Semua ini didukung oleh 15 pilihan mata uang asing, jual-beli valas dengan rate bersahabat, transaksi valas 24/7, serta bebas biaya admin bulanan. Cukup TAP & GO tanpa konversi kurs, sehingga setiap transaksi menjadi lebih praktis.
Tunggu apalagi? Segera buka tabungannya dan nikmati manfaatnya saat bertransaksi dengan mudah, cepat, serta aman bersama OCTO Savers+ dari CIMB Niaga.
Praktis, Menguntungkan, Tanpa Plastik Info produk OCTO Card Syariah klik di sini
Travel Smarter, Live Happier
Ambil Promo Spesial CIMB Niaga Sekarang Juga