www.cimbniaga.co.id production
ID EN

Daily Economics Outlook

20 Maret 2024

Bank Indonesia (BI) mungkin masih akan mempertahankan suku bunga BI Rate di 6,0% pada rapat hari ini, walaupun tingkat inflasi headline Indonesia sudah kembali ke dalam rentang target BI (1,5 – 3,5%) sejak semester dua tahun 2023. Suku bunga acuan Federal Reserve yang masih tinggi mungkin mencegah BI untuk menurunkan BI Rate lebih awal di saat defisit neraca transaksi berjalan Indonesia cenderung melebar. Federal Reserve diperkirakan juga akan mempertahankan target suku bunga acuan antara 5,25 – 5,50% pada rapat malam ini.

BI tetap memberikan dukungan pada ekonomi dalam negeri dengan menambah likuiditas di sistem keuangan dalam bentuk intervensi di pasar obligasi negara dan pemberian insentif makroprudensial. Kebijakan ini diharapkan dapat menguatkan ekonomi nasional pada triwulan satu 2024 (1Q2024). Rumah tangga dan pelaku usaha yang cenderung menunda konsumsi dan investasi di masa pemilihan umum, faktor musiman awal tahun dan juga permulaan bulan puasa tampaknya telah menekan aktivitas ekonomi Indonesia pada 1Q2024.

Rentang perdagangan USD/IDR pada hari ini diperkirakan antara 15.500 – 15.800. Pada hari Selasa, kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) berada pada 15.712.

Pasar Obligasi Negara Indonesia – Indikasi yield pada penutupan hari Selasa adalah 6,38% (1Y), 6,39% (3Y), 6,53% (5Y), 6,64% (10Y) dan 6,91% (20Y). Kemarin, yield relatif di sepanjang kurva.

Pemerintah menerbitkan obligasi syariah sebesar IDR 12 triliun dari total permintaan yang masuk sebesar IDR 21,1 triliun. Yield rata-rata tertimbang hasil lelang adalah 6,41%, 6,47%, 6,62%, 6,49%, 6,60%, 6,72% dan 6,97%, masing-masing untuk SPNS Sep’24 dan Des’24, PBS32 (2026), PBS30 (2028), PBSG01 (2029), PBS04 (2037) dan PBS38 (2049).

Total penerbitan bruto obligasi pemerintah pada tahun ini telah mencapai IDR 267 triliun per tanggal 13 Maret 2024.

Arus dana asing di pasar modal Indonesia naik berdasarkan data terakhir. Kepemilikan asing pada pasar saham mengalami kenaikan sebanyak IDR 761 miliar dan indeks IHSG ditutup naik 34 poin ke posisi 7.337 pada tanggal 19 Maret. Di sisi lain kepemilikan asing pada obligasi IDR pemerintah Indonesia naik 3,0 triliun pada tanggal 18 Maret 2024.

 

 

Baca lebih lanjut, klik disini.