www.cimbniaga.co.id production
ID EN

Diversifikasi adalah Strategi Manajemen Risiko, Pahami Manfaatnya

 

"Diversifikasi adalah strategi yang dapat membantu investor mengelola risiko secara signifikan dan memperluas bisnis. Simak pembahasannya.”

Diversifikasi bertujuan untuk menyebar dana ke berbagai jenis aset guna mengurangi risiko. Dengan tidak menaruh seluruh modal pada satu instrumen, investor bisa lebih tahan terhadap gejolak pasar. Strategi ini penting untuk menjaga stabilitas portofolio dalam jangka panjang.

Dalam praktiknya, diversifikasi dapat dilakukan dengan mengkombinasikan berbagai instrumen investasi, salah satunya obligasi. Mari simak penjelasan lengkap mengenai diversifikasi hingga contohnya pada artikel ini. 

Apa yang Dimaksud dengan Diversifikasi?

Diversifikasi adalah strategi manajemen risiko untuk mencampur beragam investasi dalam sebuah portofolio yang berisi ragam jenis aset dan instrumen investasi berbeda. 

Diversifikasi bertujuan untuk mengurangi risiko portofolio dan dibuat dalam upaya membatasi eksposur terhadap satu aset maupun risiko.

Diversifikasi bisa menjadi semacam proteksi bagi para investor karena kombinasi yang tepat dapat menutup kerugian satu aktiva bila terjadi kerugian pada aktiva lainnya.

Tujuan dan Manfaat Diversifikasi

Secara umum, tujuan diversifikasi adalah agar risiko investasi dapat diseimbangkan sehingga kinerja investasi dapat lebih optimal. Selengkapnya, berikut adalah beberapa manfaat diverifikasi yang perlu Anda pahami:

  1. Melindungi Investor dari Kerugian

    Diversifikasi adalah praktik untuk melindungi investor dari kerugian yang mungkin terjadi di kemudian hari. 

    Ini penting bagi investor yang perlu menjaga kekayaannya, terlebih bila sudah menjelang akhir karier profesionalnya.

  2. Mempertimbangkan Risiko

    Diversifikasi adalah strategi untuk membantu investor mempertimbangkan risiko daripada keuntungan. 

    Ini diperlukan bagi pensiunan yang berinvestasi dan tidak memiliki pendapatan yang stabil lagi.

  3. Meningkatkan Pengembalian Portofolio

    Diversifikasi adalah praktik untuk meningkatkan pengembalian portofolio yang disesuaikan dengan risikonya. Investor pun akan mendapat pengembalian yang lebih besar dengan memperhitungkan risiko.

    Investor juga bisa meraup keuntungan lebih besar lewat investasi yang lebih berisiko. Akan tetapi, pengembalian yang disesuaikan dengan risiko umumnya untuk mengukur efisiensi dari modal yang digunakan investor.

  4. Membuat Investasi Lebih Menyenangkan

    Diversifikasi adalah praktik yang membuat aktivitas investasi jadi lebih menyenangkan dan dapat menentukan skala prioritas.

    Pasalnya, investor tidak perlu menyimpan semua investasinya dalam kelompok sempit.

  5. Membuka Kemungkinan Industri Baru

    Diversifikasi adalah sebuah strategi yang membuka kemungkinan untuk meneliti industri baru, membuat perbandingan perusahaan satu sama lain, dan membeli berbagai industri.

    Pasalnya, jika seorang investor punya kesempatan melakukan diversifikasi di berbagai industri namun tidak melakukannya, sang investor tidak akan pernah menuai manfaat dari perubahan yang ditawarkan.

Dapatkan Pendapatan Kupon Tetap dari Investasi Obligasi 

Jenis-Jenis Diversifikasi

Terdapat beberapa jenis diversifikasi yang perlu Anda ketahui. Beberapa jenis diversifikasinya adalah:

  1. Diversifikasi Kelas Aset

    Diversifikasi di berbagai kelas aset dengan karakteristik yang berbeda dapat membantu Anda untuk memanfaatkan berbagai peluang pasar serta mengelola risiko.

    Beberapa kelas aset yang dimaksud adalah saham karena memiliki potensi pertumbuhan; komoditas; real estat yang tahan inflasi; serta obligasi yang risikonya lebih rendah dari saham.

  2. Diversifikasi Geografis

    Investasi yang dilakukan di berbagai wilayah geografis memberikan peluang pertumbuhan serta menurunkan kemungkinan kemerosotan ekonomi global. 

    Diversifikasi geografis mencakup pasar domestik dan pasar internasional yang mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara serta ragam siklus ekonomi dunia dan prospek pertumbuhannya.

  3. Diversifikasi Sektor

    Berinvestasi di berbagai sektor mampu melindungi Anda dari risiko khusus di dalam sektor tersebut. 

    Untuk jenis ini, diversifikasi dapat dilakukan pada perawatan kesehatan, barang konsumen, dan teknologi-informasi yang masing-masing memberikan manfaat bagi Anda dan banyak orang.

  4. Diversifikasi Instrumen

    Diversifikasi ini menggunakan berbagai instrumen investasi yang membantu menyebarkan risiko hingga memanfaatkan berbagai peluang.

    Diversifikasi instrumen memiliki karakter tersendiri dalam investasi dan mencakup saham individual, dan reksa dana. 

Yuk, Tenang Berinvestasi Obligasi Bersama CIMB Niaga!

Strategi Diversifikasi dalam Investasi

Strategi diversifikasi dalam investasi umumnya digunakan para investor untuk mengurangi risiko-risiko investasi dengan membagi dana ke dalam berbagai jenis aset kelas. 

Ada beberapa metode yang dapat dikombinasikan demi meningkatkan diversifikasi dalam satu portofolio, antara lain: 

  • Saham, yaitu kepemilikan perusahaan yang diperdagangkan ke publik dengan potensi pertumbuhan.
  • Obligasi, yaitu instrumen utang berpendapatan tetap yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan.
  • Properti, investasi properti dengan keuntungan stabil dan tahan inflasi.
  • Komoditas, berupa barang-barang pokok yang diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa lainnya.
  • Exchange Traded Fund (ETF) atau dana yang diperdagangkan di bursa, yaitu berupa sekeranjang sekuritas yang bisa dipasarkan mengikuti indeks, sektor, atau komoditas tertentu.
  • Kas dan setara kas jangka pendek, yaitu berupa surat perbendaharaan negara, sertifikat deposito, instrumen pasar uang, dan investasi jangka pendek berisiko rendah lainnya.

Bila terjadi suatu dampak negatif pada salah satu kelas aset, strategi diversifikasi ini dapat digunakan agar kelas aset lainnya tetap untung.

Mengenal Lebih Dalam tentang Investasi Saham dan Jenisnya

Contoh-Contoh Diversifikasi

Mengacu pada beberapa jenis diversifikasi tadi, beberapa contoh diversifikasi adalah sebagai berikut:

1. Diversifikasi Kelas Aset

Beberapa contoh untuk diversifikasi kelas aset adalah:

  • Saham
    Saham atau ekuitas dari perusahaan yang diperdagangkan ke publik meskipun volatilitasnya tinggi.
  • Obligasi
    Surat berharga berpendapatan tetap yang risikonya lebih rendah dari saham.
  • Real estate
    Investasi properti berupa tanah, bangunan, sumber daya alam, pertanian, peternakan, air, dan mineral bumi.
  • Komoditas
    Aset fisik seperti emas dan minyak untuk diversifikasi dan tahan inflasi.
2. Diversifikasi Geografis

Beberapa contoh dari diversifikasi geografis adalah:

  • Pasar Domestik

    Investasi di negara asal Anda mencerminkan kondisi ekonomi setempat. Indonesia memerlukan peran diversifikasi dari investasi asing karena kemampuan domestik tergolong masih rendah dalam membiayai pembangunan.

  • Pasar Internasional

    Berinvestasi di pasar luar negeri memberikan Anda wawasan mengenai beragam siklus ekonomi dan prospek pertumbuhan di luar negara asal Anda.

    Pasalnya, perusahaan yang melakukan diversifikasi produk terkait di pasar internasional cenderung memiliki kekuatan di pasar luar negeri.

    Di samping itu, langkah ini juga menciptakan sinergi serta dominasi usaha jika mampu melayani konsumen lebih dari satu produk yang ditawarkan.

3. Diversifikasi Sektor

Berikut adalah beberapa contoh diversifikasi sektor yang perlu Anda ketahui:

  • Teknologi
    Diversifikasi secara khusus pada perusahaan elektronik, perangkat lunak, serta layanan teknologi dan informasi yang memberikan Anda manfaat kemajuan teknologi.
  • Barang Konsumen
    Di antaranya adalah perusahaan yang memproduksi barang sehari-hari yang dapat menawarkan stabilitas bahkan ketika terjadi kemerosotan ekonomi.
  • Perawatan Kesehatan
    Meskipun kurang sensitif terhadap siklus ekonomi, sektor farmasi, bioteknologi, serta layanan medis memberikan manfaat bagi setiap individu.
4. Diversifikasi Instrumen

Beberapa contoh dalam diversifikasi instrumen adalah sebagai berikut:

  • Saham Individual
    Investasi dapat ditargetkan pada perusahaan tertentu meskipun punya risiko lebih tinggi jika tidak diimbangi dengan aset lain.
  • Reksa Dana
    Investasi dana gabungan dalam portofolio yang terdiversifikasi saham, obligasi, maupun aset lainnya dan dikelola oleh para profesional.
  • Exchange Traded Fund (ETF)
    Investasi yang mirip reksa dana namun diperdagangkan seperti saham. Ini dapat memberikan Anda fleksibilitas dan likuiditas.

Berinvestasi dengan Tepat Bersama CIMB Niaga

Jika Anda ingin coba mempraktikkan strategi diversifikasi, obligasi CIMB Niaga bisa jadi pilihan Anda. Adapun beberapa keunggulan yang bisa Anda dapatkan antara lain:

  • Memberikan pendapatan kupon dengan tingkat suku bunga tetap hingga jatuh tempo, serta memiliki tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.
  • Memiliki potensi peningkatan nilai investasi saat dijual di pasar sekunder.
  • Dicatat atas nama investor secara individual di bank kustodian.
  • Dapat digunakan sebagai agunan, sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.
  • Penerbit obligasi berkewajiban membayar kembali pokok investasi dan bunga kepada pemegang obligasi.
  • Tersedia dalam berbagai jenis dan jangka waktu, memberikan fleksibilitas bagi investor untuk memilih sesuai dengan profil risiko dan preferensi pribadi.

CIMB Niaga menawarkan pilihan yang tepat bagi investor yang memerlukan tingkat pengembalian tetap atau Anda yang ingin memulai dan #GetWealthSoon. Temukan informasi selengkapnya mengenai Obligasi.


Produk Terkait

Get Wealth Soon

Market Linked Deposit

Pilihan investasi yang menjaga dana pokok tetap aman

Bond Linked Investment

Investasi dalam mata uang IDR & USD

Strike Currency

Investasi valas dengan pertumbuhan optimal