www.cimbniaga.co.id production
ID EN

Likuiditas Melesat dan Devisa Terjaga

06 Mar 2026

Berkah Likuiditas Awal Tahun Momentum Tepat Maksimalkan Aset

 

Bank Indonesia membagikan dua indikator krusial pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2026, yakni kondisi uang primer M0 dan posisi cadangan devisa Indonesia. Mari kita bedah bersama situasinya dengan bahasa yang lebih sederhana, lalu kita lihat peluang emas apa yang bisa segera kita amankan, khususnya pada kelas aset reksa dana dan obligasi.

Mesin Ekonomi Sedang Dipanaskan

Pertama, mari kita perhatikan pasokan uang yang beredar. Ibarat aliran darah dalam tubuh ekonomi, likuiditas ini sedang dipompa jauh lebih deras. Data terbaru mencatat uang primer melesat 18,3 persen secara tahunan hingga menyentuh angka Rp2.228 triliun. Laju ini tancap gas melampaui bulan Januari yang hanya tumbuh 14,7 persen.

Mengapa hal ini sangat pantas kita rayakan? Akselerasi ini didorong oleh meroketnya giro bank umum di Bank Indonesia hingga 33,6 persen. Sederhananya, perbankan Indonesia sedang kebanjiran likuiditas berkat insentif dari bank sentral. Ditambah lagi, uang tunai di masyarakat juga naik 15,8 persen. Mesin ekonomi kita benar-benar sedang dipanaskan dengan bahan bakar yang melimpah.

Benteng Rupiah Tetap Tangguh

Lalu bagaimana dengan daya tahan Indonesia terhadap gempuran sentimen luar? Posisi cadangan devisa di akhir Februari tercatat menebal di angka 151,9 miliar dolar AS. Memang benar ada sedikit penyesuaian jika dibandingkan rekor Januari di level 154,6 miliar dolar AS. Tapi percayalah, ini bukan sinyal alarm.

Penurunan wajar ini murni manuver taktis. Ibarat panglima strategi, Bank Indonesia menggunakan sebagian amunisinya secara presisi untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah dari ombak ketidakpastian global, sekaligus membereskan kewajiban utang luar negeri pemerintah. Fundamental pertahanan Indonesia luar biasa solid. Devisa saat ini sanggup membiayai sekitar 6 bulan impor, angka ini dua kali lipat lebih kuat dari standar aman internasional.

Momentum Menggiurkan di Reksa Dana dan Obligasi

Pertanyaan terpentingnya adalah bagaimana kita meracik semua fakta di atas menjadi keuntungan untuk portofolio. Jawabannya terletak pada momentum.

Obligasi

Saat perbankan memegang likuiditas yang melimpah ruah, dana segar ini secara alami akan berburu pelabuhan yang aman dengan imbal hasil terukur. Surat Berharga Negara adalah primadona utamanya. Tingginya permintaan institusi akan mendorong harga obligasi naik. 

Terlebih lagi, Rupiah yang terus dikawal ketat oleh benteng devisa meminimalisir risiko fluktuasi kurs. Ini adalah karpet merah bagi investor obligasi. Stabilitas ini juga memberikan sentimen positif ekstra bagi Anda yang selama ini mengoleksi instrumen investasi single bonds dalam pecahan USD seperti INDON.

Reksa Dana

Kombinasi antara likuiditas perbankan yang cukup dan nilai tukar yang stabil adalah nutrisi terbaik bagi pasar modal. Bagi Anda yang menempatkan dana di reksa dana pendapatan tetap, tren kenaikan harga obligasi yang baru kita bahas akan langsung mengerek Nilai Aktiva Bersih portofolio Anda. Di sisi lain, pelonggaran likuiditas pada akhirnya akan mengalir mendongkrak sektor riil, menjadi katalis pertumbuhan yang sangat sehat bagi reksa dana saham secara jangka panjang.

Secara keseluruhan, indikator Februari ini bukan sekadar laporan rutin, melainkan sinyal hijau yang kuat bahwa pasar sedang berpihak pada pertumbuhan.

Series INDON sisa tenor 5 tahun kebawah dengan YTM diatas 4,2% per 05 Maret 2026

Reksa dana Pendapatan tetap yang memiliki penempatan pada obligasi tenor pendek

  • INDON 5,25 30 new callable
  • INDON 4,35 31 callable
  • INDON 4,3 31 new callable

Source: Bloomberg

  • Schroder Dana Andalan 2
  • Manulife Pendapatan Bulanan 2
  • Batavia Dana Obligasi Ultima

Source: FFS

Disclaimer:
Materi ini disiapkan oleh Tim Market Research Wealth Management PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB Niaga") semata-mata untuk tujuan informasi umum. Informasi yang terkandung di dalamnya diperoleh dari berbagai sumber data dan pemberitaan publik, Namun CIMB Niaga tidak menjamin keakuratan, kelengkapan atau ketepatan waktu dari informasi tersebut. Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai suatu, penawaran, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi apapun, dan tidak boleh ditafsirkan sebagai satu-satunya sumber atau dasar utama dalam pengambilan keputusan investasi. Nasabah disarankan untuk melakukan penilaian risiko dan pertimbangan independen sebelum mengambil keputusan investasi. CIMB Niaga tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian, baik langsung maupun tidak langsung yang timbul dari penggunaan informasi dalam materi ini.

 

Download versi PDF di sini