www.cimbniaga.co.id production
ID EN

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 4,75%: Langkah Defensif Bank Indonesia Amankan Rupiah

19 Feb 2026

Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia bulan Februari 2026 ini kita melihat Bank Indonesia mengambil langkah hati-hati dengan mempertahankan suku bunga acuan pada level 4.75%. Keputusan ini sudah sangat sejalan dengan proyeksi 32 ekonom pasar dan menegaskan fokus utama bank sentral saat ini, yaitu melindungi nilai tukar Rupiah di tengah tingginya volatilitas global.

Mengapa Bank Indonesia Menahan Suku Bunga?

Fokus utama saat ini adalah stabilitas nilai tukar. Rupiah sedang menghadapi tekanan berat dan telah terkoreksi lebih dari 1% terhadap Dolar Amerika Serikat sejak awal tahun, menjadikannya mata uang dengan kinerja terlemah di antara mata uang utama Asia. Tekanan ini tidak datang tanpa alasan. Ada dua faktor utama yang membebani:

  1. Permintaan Dolar: Kebutuhan Dolar dari korporasi domestik masih sangat tinggi.
  2. Sentimen Pemeringkat: Muncul kekhawatiran investor terkait potensi penurunan peringkat dari MSCI Inc dan Moodys Ratings terhadap profil ekuitas dan utang negara kita.

Gubernur Perry Warjiyo secara tegas menyebutkan bahwa nilai Rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya. Oleh karena itu, intensitas intervensi dan stabilisasi pasar akan terus ditingkatkan. Pasar juga sedang mencermati dinamika kepemimpinan baru di bank sentral dengan masuknya Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto, guna melihat sejauh mana independensi kebijakan moneter tetap terjaga.

Sorotan Data Ekonomi dan Perbankan

  • Pertumbuhan Ekonomi: Indonesia mencatat ekspansi 5.4% pada kuartal lalu, membawa pertumbuhan setahun penuh 2025 ke angka 5.1%.
  • Target Agresif 2026: Untuk kuartal pertama tahun ini, target pertumbuhan dipatok sangat optimis di rentang 5.5% hingga 6%. Motor utamanya adalah konsumsi rumah tangga yang didorong oleh stimulus belanja negara dan momentum hari raya keagamaan. Bank Indonesia sendiri memproyeksikan PDB setahun penuh berada di kisaran 4.9% hingga 5.7%.
  • Transmisi Kredit Perbankan: Terdapat anomali pada sektor perbankan. Meskipun bank sentral telah memangkas suku bunga acuan hingga 125 basis poin sejak awal tahun lalu, bank komersial baru menurunkan bunga pinjaman sekitar 40 basis poin. Meski demikian, pertumbuhan kredit bulan Januari tetap solid dan berakselerasi ke angka 9.96%.

Strategi Penyesuaian Portofolio

Kita sama-sama melihat, dinamika ini berpotensi membuka beberapa peluang spesifik yang perlu disikapi secara strategis diantaranya;

  • Dengan adanya kepastian stimulus pemerintah dan dorongan konsumsi menjelang hari raya, saham sektor barang konsumsi ritel memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat kuartal ini.
  • Mengingat tekanan pada Rupiah dan ketidakpastian sentimen lembaga pemeringkat internasional, mempertahankan porsi aset berdenominasi Dolar Amerika Serikat sangat krusial sebagai jangkar lindung nilai portofolio.
  • Untuk instrumen pendapatan tetap, fokuslah pada obligasi pemerintah bertenor pendek hingga menengah. Hal ini akan meminimalisir risiko fluktuasi harga jika volatilitas pasar terus berlanjut.


Salam hangat,
Wealth Management Market Research CIMB Niaga

 

Reksa Dana Pendapatan Tetap IDR yang catatkan total return diatas 6,5% dalam 1 tahun terakhir per 18 Feb 2026 Obligasi Pemerintah USD (INDON) sisa tenor di bawah 7 tahun dengan imbal hasil (YTM) di atas 4% per 18 Feb 2025
  • Trimegah Dana Tetap Syariah
  • Schroder Dana Mantap Plus II
  • Ashmore Dana Obligasi Nusantara
  • TRIM Dana Tetap 2
  • BNP Paribas Prima II
  • Principal Total Return Bond
  • INDON 29, Kupon 4,400%, Sisa Tenor 3,05th
  • INDON 30, Kupon 5,250%, Sisa Tenor 3,90th
  • INDON 31, Kupon 4,300%, Sisa Tenor 5,15th
  • INDON 32, Kupon 4,650%, Sisa Tenor 6,58th
  • INDON 33, Kupon 4,850%, Sisa tenor 6,89th

Source: Bloomberg

 

Download versi PDF di sini!

 

Disclaimer:

Materi ini disiapkan oleh Tim Market Research Wealth Management PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB Niaga") semata-mata untuk tujuan informasi umum. Informasi yang terkandung di dalamnya diperoleh dari berbagai sumber data dan pemberitaan publik, Namun CIMB Niaga tidak menjamin keakuratan, kelengkapan atau ketepatan waktu dari informasi tersebut. Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai suatu, penawaran, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi apapun, dan tidak boleh ditafsirkan sebagai satu-satunya sumber atau dasar utama dalam pengambilan keputusan investasi. Nasabah disarankan untuk melakukan penilaian risiko dan pertimbangan independent sebelum mengambil keputusan investasi. CIMB Niaga tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian, baik langsung maupun tidak langsung yang timbul dari penggunaan informasi dalam materi ini.