www.cimbniaga.co.id production
ID EN

Return Adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya di Dunia Investasi

 

“Return adalah parameter yang digunakan untuk melihat seberapa besar keuntungan, potensi risiko dan efektivitas strategi yang diterapkan dalam berinvestasi”

Banyak yang beranggapan berinvestasi semudah menanam modal dan mendapatkan keuntungan yang melimpah. Padahal sebelum mendapatkan keuntungan, ada tolak ukur tertentu yang menjadi strategi dalam berinvestasi, salah satunya adalah return

Return merupakan aspek mendasar yang perlu dipahami dalam dunia investasi, baik saham, reksa dana, obligasi, maupun instrumen lainnya. Dengan memahami return, investor dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih tepat dan terukur.

Apa Itu Return? 

Dalam dunia investasi, return berkaitan dengan tingkat pengembalian yang diperoleh investor dari penempatan dana pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, atau reksa dana. Return ini bisa berupa keuntungan (gain) maupun kerugian (loss), tergantung pada kinerja aset yang diinvestasikan.

Terdapat dua jenis return yang umum dikenal, yaitu expected return (return harapan) dan realized return (return aktual). Expected return adalah estimasi keuntungan yang diharapkan investor di masa depan, sedangkan realized return adalah hasil aktual yang benar-benar diperoleh dari investasi di masa lalu. Perbedaan antara keduanya adalah gambaran dari risiko investasi yang harus diperhitungkan.

Untuk memperkirakan return, Anda sebagai investor atau penginvestasi perlu mempertimbangkan semua kemungkinan tingkat return yang bisa terjadi dan seberapa besar peluang terjadinya masing-masing. Inilah yang disebut sebagai distribusi probabilitas yang merupakan sebuah alat penting dalam mengukur ketidakpastian dan potensi hasil investasi.

Baca Juga: Kenali Apa Itu Investasi Saham

Jenis-jenis Return

Agar Anda lebih paham mengenai apa saja jenis-jenis return yang disebutkan di atas, berikut adalah penjelasan lengkapnya: 

  1. Return Harapan (expected return) 

    Pada jenis ini, return adalah imbalan atau keuntungan yang akan Anda dapatkan berdasarkan situasi dan kondisi pasar instrumen sebelum periode investasi berakhir. Jadi, keuntungan akan dihitung dengan melihat prediksi pasar dan analisis data instrumen pada periode sebelumnya.

    Semisal, investor memprediksi return tahunan saham dari suatu perusahaan adalah sebesar 10%. Angka 10% tersebut yang dimaksud dengan expected return. 

    Tapi, angka tersebut masih berupa ekspektasi dan bisa berubah karena kondisi pasar, kebijakan ekonomi, dan suku bunga yang bisa memengaruhi hasil tersebut. 

    Walaupun hasil akhir dari keuntungannya belum tentu sesuai, tetapi return adalah komponen yang sangat membantu untuk melihat potensi keuntungan yang bisa didapat.

  2. Return Aktual (realized return)

    Kebalikan dari return harapan, dalam jenis ini return adalah keuntungan yang didapat investor setelah periode investasi berakhir. Keuntungan yang didapat menggunakan data pasti atau historis. 

    Semisal, sebelumnya investor memperkirakan keuntungan yang didapat dari saham sebuah perusahaan 10%. Tapi pada akhir periode yang didapatkan keuntungannya adalah 20%. Angka 20% itu yang disebut dengan return aktual. 

    Untuk lebih mudah memahaminya, return harapan adalah harapan keuntungan yang didapatkan investor. Sedangkan return aktual adalah realita keuntungan yang didapat. 

Selain mengetahui apa saja jenis return, sebelum berinvestasi Anda juga perlu tahu apa saja komponen return. Tujuannya tentu agar Anda dapat membuat strategi yang tepat.

Baca Juga: Pahami Perbedaan Saham dan Obligasi

Mengenal Komponen Return 

Ada dua komponen penting yang harus Anda pahami, yaitu: dividend yield dan capital loss. Berikut penjelasannya:

  • Dividend Yield

    Komponen return atau pendapatan rutin berupa dividen saham atau kupon obligasi yang didapatkan secara periodik. Dividend yield dalam return adalah pendapatan yang dihitung dalam persentase tahunan dari jumlah investasi. 

  • Capital Gain 

    Komponen return yang menunjukkan kenaikan (penurunan) harga suatu instrumen investasi yang bisa memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor. 

    Semisal, Anda membeli saham Rp.1000 dan jual Rp 1.500, angka Rp 500 adalah capital gain. Tapi jika dijual turun menjadi 800 itu disebut dengan capital loss. 

Faktor yang Mempengaruhi Return 

Return yang didapatkan ketika berinvestasi tidak mengandalkan keberuntungan. Ada faktor-faktor lain yang memengaruhinya secara langsung dan tidak langsung seperti:

  1. Faktor Makro

    Faktor makro atau ekonomi makro adalah kondisi yang memengaruhi return yang sumbernya dari luar perusahaan. Meski begitu, kondisi ini tetap dapat berdampak pada kinerja perusahaan. 

    Adapun contoh dari faktor makro tersebut meliputi inflasi, suku bunga, dan nilai tukar. Hal ini dapat memengaruhi return karena ada kaitannya dengan biaya operasional dan produksi suatu perusahaan yang dapat memengaruhi keuntungan perusahaan. 

  2. Faktor Mikro

    Jika faktor makro adalah kondisi di luar perusahaan, faktor mikro yang memengaruhi return saham mencakup laba per saham, nilai buku, ROE, rasio utang, dan rasio likuiditas seperti current ratio atau quick ratio. Semua ini mencerminkan kondisi keuangan perusahaan.

    Namun, rasio keuangan yang baik belum tentu menarik jika laba atau ROE tetap rendah. 

    Harga saham yang terlalu murah bisa menandakan kinerja perusahaan yang lemah. Sebaliknya, return yang terlalu tinggi justru bisa membuat saham terlalu mahal dan membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.

Fungsi Return dalam Investasi

Selain untuk mengukur sejauh mana strategi investasi Anda berhasil, return juga memiliki fungsi lain. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Landasan Pengambilan Keputusan Investasi

    Dalam berinvestasi return berperan penting sebagai dasar Anda untuk mengambil keputusan. Pasalnya dengan adanya angka return, Anda bisa memilih aset apa yang akan dijual atau dibeli. 

    Biasanya jika return Anda lebih tinggi dari rata-rata pasar, maka harga suatu aset bisa dipertimbangkan untuk dibeli. 

  2. Mengevaluasi Kinerja Investasi 

    Return memberikan gambaran proses suatu portofolio atau aset. Sebagai investor, Anda bisa melihat keuntungan return pada periode tertentu sehingga bisa membandingkan performa beberapa instrumen keuangan untuk mempertimbangkan strategi selanjutnya.

  3. Alat Meminimalisir Risiko

    Biasanya semakin tinggi return yang ditawarkan, semakin besar juga risiko yang harus Anda hadapi. 

    Anda juga harus bisa mentoleransi perbedaan antara return harapan dan hasil aktualnya, agar keputusan investasi tetap rasional dan sesuai dengan profil risiko Anda.

    Hal ini penting agar Anda tidak mudah panik saat nilai investasi berfluktuasi. Dengan begitu, Anda bisa tetap fokus pada tujuan jangka panjang tanpa terpengaruh emosi sesaat.

Cara Menghitung Return 

Dalam dunia investasi, return merujuk pada tingkat keuntungan yang diperoleh dari suatu investasi dalam periode tertentu. Berikut adalah rumus cara menghitung return. 

Return = (total Penjualan-investasi)/Investasi × 100%

Jika hasil yang diperoleh dari perhitungan adalah positif, maka Anda mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut. Sebaliknya, jika hasilnya negatif, maka investasi tersebut menimbulkan kerugian. 

Contoh Perhitungan Return dan Risiko Investasi 

Perhitungan return akan membantu investor menilai seberapa besar hasil yang mereka dapatkan dibandingkan modal yang telah dikeluarkan. Contoh perhitungannya begini: 

Semisal, Andi melakukan investasi sebesar Rp 20.000.000 di tahun 2012 di perusahaan X. Tiga tahun kemudian, yaitu pada 2015, investasi itu dijual dengan nilai Rp 25.000.000. Maka untuk melihat keuntungannya bisa dihitung dengan rumus seperti berikut: 

Return = (25.000.000 - 20.000.000) / 20.000.000 × 100% = 25%

Artinya, return yang didapatkan Andi dalam waktu 3 tahun adalah 25%. Itu berarti Andi memperoleh keuntungan sebesar Rp5.000.000 dari investasinya.

Sementara itu, Budi juga berinvestasi Rp20.000.000 di perusahaan Y, tapi dilakukan di tahun 2013 dan baru dijual pada 2018 dengan nilai yang sama, yaitu Rp 25.000.000. Berikut adalah hasil perhitungannya. 

Return = (25.000.000 - 20.000.000) / 20.000.000 × 100% = 25%

Itu berarti Budi juga mendapatkan keuntungan sebesar Rp 5.000.000, meskipun durasi investasinya lebih lama, yaitu 5 tahun.

Dari contoh di atas, bisa disebutkan perhitungan return sangat penting untuk mengevaluasi seberapa efektif suatu investasi. Namun, untuk analisis yang lebih mendalam, Anda juga perlu mempertimbangkan faktor lain seperti durasi investasi, risiko, dan inflasi agar keputusan finansial yang diambil lebih tepat

Investasi Mudah Pakai Aplikasi OCTO

Seperti kompas, return adalah penunjuk arah Anda sebagai investor untuk menentukan arah investasi. Sekarang waktunya untuk Anda bergerak menentukan atau memulai kembali strategi yang tepat untuk berinvestasi. 

Kini berinvestasi tidak lagi rumit, Anda bisa memantau dan mengelola portofolio investasi secara langsung dan praktis hanya dengan Aplikasi OCTO, aplikasi digital dari CIMB Niaga. 

Aplikasi OCTO ini siap membantu Anda berinvestasi dengan lebih aman dan efisien karena berbagai instrumen investasi mulai dari, saham, reksa dana, obligasi, hingga valuta asing bisa diakses dalam satu platform. 


Produk Terkait

Reksa Dana

Beragam pilihan produk dalam mata uang IDR, USD, dan EUR

Strike Currency

Investasi valas dengan pertumbuhan optimal

Bond Linked Investment

Investasi dalam mata uang IDR & USD

Get Wealth Soon