www.cimbniaga.co.id production

Zakat Perniagaan: Kenali Persyaratan dan Jenis-jenisnya

 

Dalam Islam, ada beberapa jenis zakat yang perlu ditunaikan sesuai dengan ketentuannya masing-masing, salah satunya adalah zakat perniagaan atau zakat perdagangan. Menurut Badan Amil Zakat Nasional, zakat perniagaan adalah zakat yang dikeluarkan dari harta niaga atau dagang, sedangkan harta niaga merupakan harta atau aset yang diperjualbelikan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. 

Dalam Q.S At-Taubah ayat 103 disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 

Selain itu, surat Al-Baqarah ayat 267 juga menjelaskan kewajiban menunaikan zakat bagi umat Islam yang memenuhi ketentuan dan syarat yang berlaku. Berikut tafsir dari Q.S Al-Baqarah ayat 267: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. 

Dalam hal ini, harta niaga yang dikenakan pada zakat perniagaan dihitung dari aset lancar usaha dikurangi utang yang berjangka pendek atau hutang yang jatuh temponya hanya satu tahun. Jika selisih dari aset lancar dan hutang tersebut sudah mencapai nisab, maka zakat tersebut wajib dibayarkan. 

BAZNAS juga menjelaskan bahwa nisab zakat perniagaan senilai 85 gram emas dengan tarif zakatnya sebesar 2,5%, serta sudah mencapai satu tahun (haul). Dengan begitu, cara menghitung zakat perniagaan yaitu 2,5% x (aset lancar - hutang jangka pendek).

Sebagai contoh, Anda memiliki aset usaha senilai Rp200 juta dengan hutang jangka pendek senilai Rp50 juta. Jika harga emas saat ini senilai Rp622 ribu per gram, maka nisab zakat perniagaan Anda senilai Rp52.870.000, sehingga Anda sudah wajib zakat atas bisnis atau dagangnya. Zakat perniagaan yang perlu Anda tunaikan sebesar: 2,5% x (200 juta - 50 juta) = Rp3.750.000.

Ketentuan dan Syarat Zakat Perniagaan

Seperti yang telah disebutkan, setiap harta hasil berdagang atau berniaga wajib dizakatkan. Harta yang ditunaikan untuk berzakat ini harus sesuai dengan ketentuan yang tepat. Berdasarkan laman resmi BAZNAS, harta niaga harus mencakup dua motivasi sebelum menunaikan zakat perniagaan, di antaranya:

  1. Motivasi untuk berbisnis (diperjualbelikan)
  2. Motivasi untuk mendapatkan keuntungan

Apabila tidak ada dua motivasi tersebut saat menunaikan zakat perniagaan, maka tidak termasuk ke dalam harta atau aset niaga. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menghitung zakat perniagaan yaitu membedakan antara harta niaga dan bukan harta niaga. Jika termasuk harta niaga, maka harus ditunaikan untuk berzakat. 

Misalnya, ada seseorang yang menjual tanah hanya sekali saja atau membeli tanah tidak untuk diperjualbelikan, tetapi hanya untuk menabung saja, maka pemasukannya tersebut tidak termasuk ke dalam harta niaga sehingga tidak wajib untuk menunaikan zakat perniagaan. Namun, jika orang tersebut melakukan bisnis jual beli rumah yang tujuannya untuk dijual lagi ke pihak lain, maka yang demikian itu termasuk harta niaga dan zakatnya wajib ditunaikan, tentunya sesuai dengan dua motivasi di atas. 

Dengan begitu, ada beberapa ketentuan zakat perniagaan yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Usaha atau bisnis telah berjalan selama 1 tahun hijriyah
  • Nisab zakat perniagaan adalah senilai 85 gram emas
  • Persentase yang wajib dikeluarkan setara 2,5%
  • Zakat dapat dibayarkan dengan uang atau barang
  • Zakat perniagaan dikenakan pada perdagangan atau perseroan

Jenis-jenis Zakat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi unsur pokok dalam penegakan syariat Islam. Dalam Al-Qur’an, zakat disebutkan sebanyak 30 kali dan 27 di antaranya disejajarkan dengan shalat. Itulah mengapa, bagi umat Islam yang memenuhi ketentuan dan syarat diwajibkan untuk menunaikan zakat. 

Pada dasarnya, zakat terbagi ke dalam dua jenis, yaitu zakat fitrah (zakat nafs) dan zakat maal (zakat harta). Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap umat muslim menjelang hari raya Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besaran zakat fitrah untuk setiap jiwa setara dengan 3,5 liter (2,5 kg) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan, seperti beras, gandum, atau sejenisnya. Apabila Anda ingin menggantinya dengan uang, maka Anda harus membayar sesuai dengan harga dari makanan pokok tersebut dikalikan besaran zakatnya, yaitu 3,5 liter atau 2,5 kg.

Sementara itu, zakat maal (zakat harta) adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh umat muslim sesuai dengan nisab dan haulnya. Nisa merupakan syarat jumlah minimal harta yang bisa dikategorikan sebagai harta wajib zakat, sedangkan haul merupakan masa kepemilikan harta sudah berlalu selama dua belas bulan Qamariah atau tahun Hijriyah. 

Waktu pengeluaran zakat maal tidak dibatasi, jadi Anda bisa menunaikan atau membayarkan zakatnya sepanjang tahun ketika syarat zakat terpenuhi. Zakat maal pun terbagi ke dalam beberapa jenis, di antaranya zakat penghasilan, zakat perniagaan, zakat pertanian, zakat pertambangan, zakat hasil laut, zakat hasil ternak, dan lain sebagainya. Setiap jenis zakat maal tersebut memiliki perhitungannya sendiri. Apabila seorang muslim sudah merdeka, berakal, baligh, memiliki harta sendiri, serta sudah mencapai nisab dan haulnya, maka orang tersebut wajib mengeluarkan zakat maal (zakat harta). 

Ada banyak hikmah yang bisa Anda dapatkan bila menunaikan zakat secara tepat, salah satunya yaitu memelihara harta agar menjadi berkah, bersih, dan terus berkembang. Menunaikan zakat juga berarti Anda peduli terhadap sesama sesuai dengan ajaran dalam agama Islam. 

Oleh karena itu, bila nisab dan haul Anda sudah sesuai dengan ketentuan dalam zakat perniagaan, maka Anda diwajibkan untuk membayar zakat sesuai perhitungan yang ada. Setelah memastikan bahwa harta yang dimiliki selaras dengan persyaratan yang ada, kini Anda sudah bisa menunaikan zakat perniagaan dengan mudah melalui CIMB Niaga Syariah. Sebab, CIMB Niaga Syariah menawarkan cara mudah untuk menunaikan zakat hanya melalui smartphone.

Melalui OCTO Mobile dari CIMB Niaga Syariah, Anda sudah bisa menunaikan zakat perniagaan maupun jenis zakat lainnya kepada berbagai lembaga amil zakat di Indonesia. Pembayaran zakat melalui OCTO Mobile juga menawarkan kenyamanan karena Anda bisa menunaikan kewajiban hanya dari rumah. Anda bisa melakukan pembayaran donasi atau zakat melalui sumber dana, seperti rekening tabungan, OCTO Pay, dan Poin Xtra yang Anda miliki.

Selain itu, Anda juga bisa mengatur waktu pembayaran zakat perniagaan dan zakat lain sesuai dengan keinginan karena bisa dijadwalkan secara rutin. Untuk melakukan pembayaran zakat melalui OCTO Mobile, Anda hanya perlu mengikuti beberapa langkah mudah berikut ini:

  1. Login ke OCTO Mobile
  2. Pilih menu Pembayaran Tagihan
  3. Pilih menu Zakat dan Kebajikan
  4. Lengkapi pembayaran zakat Anda

Cukup mudah bukan? Saatnya temukan info lengkap dan kemudahan pembayaran zakat melalui OCTO Mobile di sini.

Produk Terkait

OCTO Mobile - Fitur Baru Demi Kenyamanan Bertransaksi

OCTO Clicks

Tersedia fitur transaksi lengkap mulai dari transfer, bayar tagihan hingga pembukaan deposito dan reksa dana. 

OCTO Pay Mudahkan Tarik Tunai Tanpa Kartu

OCTO Pay adalah Uang Elektronik yang dapat menyimpan saldo, melakukan transaksi perbankan sehari-hari, hingga tarik tunai tanpa kartu dengan cara menggunakan nomor ponsel Anda.

OCTO Savers-iB: Tabungan Berbasis Syariah