“Pernahkah Anda menemukan uang tanpa logo rectoverso Bank Indonesia? Hati-hati, itu bisa jadi ciri-ciri uang palsu. Kenali ciri-ciri lain dan cara membedakannya dengan uang asli.”
Keberadaan uang palsu tidak hanya merugikan individu, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Anda bisa menghindari peredaran uang palsu dengan meningkatkan literasi keuangan sejak dini.
Berikut ada beberapa ciri-ciri uang palsu yang perlu Anda perhatikan untuk menghindari modus penipuan ini:
Membuat uang palsu memerlukan biaya produksi. Oleh karena itu, pemalsu uang biasanya memilih pecahan besar seperti Rp 100.000, Rp 50.000, atau Rp 20.000 untuk memaksimalkan keuntungan.
Kode tunanetra (blind code) menjadi ciri-ciri uang palsu yang bisa dirasakan saat Anda merabanya.
Uang kertas asli dilengkapi dengan tanda khusus berupa garis timbul di sisi kanan dan kiri yang bisa dirasakan saat diraba, sementara uang palsu tidak memiliki fitur ini.
Ciri-ciri uang palsu berikutnya bisa dilihat dari warnanya. Meskipun sekilas tampak serupa, terdapat perbedaan warna antara uang palsu dan uang asli.
Uang asli biasanya memiliki efek warna-warni saat dilihat dari sudut tertentu, sementara uang palsu cenderung memiliki warna yang lebih datar dan tidak berubah-ubah.
Uang kertas asli memiliki fitur keamanan yang akan menyala di bawah sinar ultraviolet (UV).
Bagian yang menyala ini biasanya meliputi sebagian gambar, angka nominal, dan logo Bank Indonesia.
Sebaliknya, ciri-ciri uang palsu tidak akan menyala saat disinari UV karena tidak memiliki fitur yang dimiliki oleh uang palsu.
Ciri-ciri uang palsu berikutnya yaitu tidak memiliki logo Bank Indonesia yang saling isi atau rectoverso saat diterawang.
Sementara itu, uang rupiah asli didesain khusus dengan logo Bank Indonesia dicetak di kedua sisi uang secara saling isi.
Benang pengaman pada uang asli memiliki tekstur yang berbeda dari kertas uang dan tidak menyatu dengan kertas.
Sedangkan, ciri-ciri uang palsu yaitu benang pengamannya terasa menyatu dengan kertas uang dan memiliki tekstur yang sama.
Uang asli memiliki tekstur kasar pada beberapa bagian, seperti nominal uang, logo garuda, dan sebagainya, kecuali kode tunanetra.
Sebaliknya, ciri-ciri uang palsu umumnya akan terasa halus di seluruh bagian karena tidak memiliki cetakan kasar.
Ciri-ciri uang palsu juga bisa diketahui dari teksturnya. Uang palsu biasanya terasa halus dan licin karena dicetak di kertas biasa.
Berbeda dengan tekstur uang palsu, uang asli akan terasa kasar dan berserat karena terbuat dari serat kapas.
Penting bagi kita semua untuk dapat mengenali ciri-ciri uang palsu di atas agar tidak tertipu dan dapat membantu mencegah peredarannya.
Baca juga: 6 Cara Melaporkan Penipuan Online yang Perlu Anda Tahu
Sebagai alat transaksi yang penting, Anda harus bijak dan waspada agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu. Berikut ini cara membedakan ciri-ciri uang palsu dan asli:
Cara pertama untuk mengetahui ciri-ciri uang palsu dan uang asli bisa dilakukan dengan melihatnya lebih detail.
Uang kertas baru memiliki beberapa perubahan visual, seperti warna benang pengaman pada uang pecahan nominal Rp 50.000 dan Rp 100.000.
Ada juga perisai logo BI pada pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000, serta angka berubah warna dan gambar tersembunyi pada beberapa pecahan.
Setelah mengamati uang secara teliti, Anda bisa mencoba meraba uang yang Anda curigai untuk mengetahui ciri-ciri uang palsu dan uang asli.
Uang asli memiliki tekstur kasar pada gambar utama, lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, tulisan "BANK INDONESIA" dan "NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA".
Blind code yang terletak di sisi kiri dan kanan uang kertas dapat membantu penyandang tunanetra membedakan ciri-ciri uang palsu dan uang asli.
Setelah diamati dan diraba, ciri-ciri uang palsu bisa diketahui dengan cara menerawang uang tersebut ke arah cahaya.
Anda akan melihat adanya gambar pahlawan, ornamen tertentu (tergantung jenis pecahan), dan logo Bank Indonesia yang terlihat jelas.
Baca juga: Sistem Pembayaran Apa Saja yang Ada di Indonesia?
Melalui cara-cara di atas, diharapkan Anda dapat lebih waspada dan terhindar dari peredaran uang palsu yang marak terjadi.
Selain mengetahui ciri-ciri uang palsu, Anda juga perlu mengenali perbedaannya dengan uang asli. Berikut ini beberapa perbedaannya:
Ciri-ciri uang palsu biasanya memiliki warna yang lebih pudar dan kusam daripada uang asli.
Warnanya juga akan luntur jika terkena air karena tinta yang digunakan berbeda dengan tinta pada uang asli.
Selain itu, uang asli dilengkapi benang pengaman timbul yang bisa berubah warna, fitur yang tidak ada pada uang palsu.
Saat meraba uang, Anda akan bisa menemukan ciri-ciri uang palsu dan uang asli yang bisa dirasakan dari segi teksturnya.
Uang asli terasa lebih kasar dan kertasnya lebih tebal dibandingkan uang palsu yang terasa halus dan tipis seperti kertas HVS biasa.
Perbedaan ini disebabkan adanya unsur-unsur pengaman khusus pada uang asli yang tidak dimiliki oleh uang palsu.
Anda juga bisa memanfaatkan cahaya untuk memeriksa ciri-ciri uang palsu dan uang asli.
Saat diterawang ke arah cahaya, uang asli akan berpendar dan menampilkan gambar pahlawan, ornamen, serta logo Bank Indonesia secara lengkap.
Jika Anda menemukan ciri-ciri uang palsu, jangan gunakan uang tersebut dan segera bawa ke bank terdekat untuk diperiksa oleh Bank Indonesia.
Baca juga: Tarik Tunai Tanpa Kartu dan 5 Keuntungan dari Fitur Ini
Maraknya peredaran uang palsu tentu membuat resah. Untuk meminimalisirnya, pastikan Anda selalu tarik tunai menggunakan mesin ATM.
Kartu Debit GPN CIMB Niaga bisa menjadi pilihan tarik tunai yang tepat, karena bisa digunakan untuk transaksi selama 24 jam.
Selain itu, kartu debit ini juga memberikan banyak fitur dan keuntungan menarik seperti berikut:
Tertarik memiliki Kartu Debit GPN CIMB Niaga? Anda bisa membuka rekening TabunganKu, Tabungan Xtra Payroll, Tabungan Xtra Pandai, atau menukarkan kartu debit lama Anda.