production

Budidaya Ikan Lele Sebagai Bisnis Menggiurkan? Ikuti 6 Langkah Berikut!

 

 
 
 
 

Budidaya Ikan Lele Sebagai Bisnis Menggiurkan? Ikuti 6 Langkah Berikut!

 

Demi menjaga kondisi finansial stabil di masa pandemi ini, banyak orang mulai memulai bisnis secara mandiri. Tidak jarang ditemukan pendekatan berbisnis yang cukup unik. Salah satunya adalah bisnis budidaya ikan lele. Ikan lele merupakan salah satu komoditas bahan makanan yang cukup populer di Indonesia. Melihat potensi yang besar dalam memperkuat kondisi finansial, membuat budidaya ikan lele jadi salah satu model bisnis yang cukup menggiurkan untuk dijalankan di tengah masa pandemi.

Popularitas ikan lele sebagai bahan makanan ini tidak hanya hadir karena harganya yang relatif murah, namun juga ikan lele mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Diketahui bahwa ikan lele memiliki kandungan protein serta vitamin B12. Dalam menjalankan bisnis budidaya ikan lele, Anda pun bisa melakukannya tanpa perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar, seperti memiliki penangkaran atau tambak budidaya ikan lele yang khusus. Anda bisa mulai melakukan aktivitas budidaya ikan lele secara kecil-kecilan di rumah Anda. Namun perlu diingat, kemudahan yang ada dalam budidaya lele juga menghadirkan kekurangan. Kekurangan tersebut di antaranya adalah bau amis yang bisa membuat tidak nyaman Anda dan keluarga.

Langkah-langkah memulai budidaya ikan lele

Sebagaimana menjalankan bisnis lainnya, budidaya ikan lele juga membutuhkan ketekunan. Pasalnya, dalam melakukan budidaya ikan lele, Anda memerlukan waktu yang cukup panjang dalam membesarkan ikan lele untuk dapat dijual dan dikonsumsi oleh pelanggan. Jika Anda cukup yakin dengan kemampuan Anda dalam memulai bisnis budidaya lele, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk melakukan budidaya lele sebagai bisnis rumahan.

  1. Persiapkan kolam ternak

Berbeda dengan memiliki kolam ikan hias yang biasanya hanya ada satu di rumah, Anda perlu mempersiapkan beberapa kolam ternak sebelum mulai melakukan aktivitas budidaya ikan lele. Jumlah kolam ini dibutuhkan untuk memisahkan benih, ikan lele yang sedang berkembang, dan ikan lele siap panen agar bisnis budidaya ikan lele Anda bisa berjalan secara optimal. 

Untuk membuatnya, Anda tidak perlu membutuhkan kolam yang cukup besar di awal. Selain itu, Anda juga tidak membutuhkan bahan material pembuatan yang lengkap. Anda bisa membuat kolam ternak budidaya lele menggunakan terpal dengan besaran volume yang dapat disesuaikan dengan kondisi halaman rumah. Anda juga perlu memerhatikan kondisi air kolam ternak ikan lele. Pastikan air kolam tersebut selalu terjaga suhunya sekitar 20 hingga 28 derajat celsius. Ikan lele mempunyai kelemahan terhadap suhu yang cukup tinggi, Jika lalai, bisa-bisa Anda bisa rugi di awal karena banyak ikan lele yang tidak bisa diternak. Selain itu, kondisi air disarankan berada dalam kondisi keruh yang berasal dari lumut. Untuk menjaga tingkat kebersihan air dan suhu, Anda bisa tambahkan eceng tanaman eceng gondok untuk diletakkan di setiap kolam ternak budidaya ikan lele yang Anda miliki.

  1. Memahami jenis induk yang tepat

    Setelah berhasil membuat kolam ternak budidaya ikan lele, tahap selanjutnya yang bisa Anda ikuti adalah mulai menemukan jenis induk yang tepat. Pemahaman akan jenis induk yang ideal akan memudahkan proses panen budidaya ikan lele Anda sehingga menghasilkan kualitas ikan lele yang baik. Dalam memilih jenis induk ikan lele yang tepat, Anda perlu memahami tentang karakteristik fisiknya. 

    Untuk ikan lele jantan, pastikan Anda menemukan karakteristik fisik dengan bentuk tubuh yang ramping, tulang kepala berbentuk pipih, berwarna gelap, serta menunjukkan pergerakan aktif dan lincah di dalam kolam. Sedangkan untuk ikan lele betina, Anda bisa memilih berdasarkan bentuk fisik perut yang lebih besar daripada punggung dan juga tidak terlalu gesit saat di dalam air.

  2. Pelajari tentang perilaku ikan lele

    Salah satu aspek penting dalam melakukan budidaya ikan lele adalah memahami perilakunya saat tiba waktunya untuk berkembang biak. Untuk hal ini, Anda bisa memerhatikan tanda-tanda dari induk ikan lele yang Anda punya. Bagian tubuh tertentu pada ikan lele jantan biasanya akan memunculkan warna merah, sedangkan untuk betina akan memunculkan warna yang menguning. Mulailah untuk memisahkan ikan lele ke dalam kolam lainnya saat waktunya berkembang biak. Tunggulah beberapa hari, setelah proses tersebut selesai, mulailah memisahkan benih ikan lele ke kolam lainnya dari keberadaan kedua induk tersebut.

  3. Cara memindahkan benih lele yang baik

    Setelah proses pengembang biakan selesai, langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah mulai untuk memisahkan benih dari keberadaan induknya. Namun, jangan buru-buru untuk memindahkannya ke dalam kolam yang telah dipersiapkan. Anda perlu memindahkan benih hasil budidaya ikan lele tersebut ke dalam sebuah ember yang sudah berisi air kolam. Hal ini perlu dilakukan agar benih bisa beradaptasi dengan kondisi air kolam yang baru. Disarankan untuk memindahkan benih ikan lele pada malam hari atau pagi hari, di saat temperatur udara luar tidak terlalu panas. Selain itu tunggu kembali selama 24 jam untuk melihat perkembangan benih di dalam kolam.

  4. Merawat ikan lele

    Ketika benih tersebut sudah mulai berkembang dan menjadi anak ikan lele, kali ini Anda perlu menyiapkan waktu dan tingkat kesabaran yang lebih. Pasalnya ketekunan dalam melakukan budidaya ikan lele diperlukan agar menghadirkan hasil ternak yang baik dan berkualitas. Dalam merawat ikan lele, Anda perlu memerhatikan kebersihan kolam. Perlu diingat bahwa kondisi kolam yang keruh itu diperoleh karena hadirnya lumut. Jika kolam ternak Anda keruh selain akibat dari kehadiran lumut, Anda perlu mulai membersihkannya secara menyeluruh. 

    Anda pun perlu membersihkan sisa-sisa pakan yang tidak habis dikonsumsi oleh ikan lele, karena jika tidak besar kemungkinan sisa makanan yang mengendap tersebut menimbulkan penyakit pada ternak ikan lele Anda. pastikan juga Anda memberikan pakan sehari tiga kali. Untuk porsinya bisa disesuaikan dengan jumlah ternak yang ada.

  5. Ketahui waktu panen

    Setelah berhasil melewati tahapan-tahapan yang cukup memakan waktu dan tenaga, sudah saatnya Anda mulai melakukan panen dalam aktivitas budidaya ikan lele yang Anda jalani. Untuk mengetahui waktu panen, Anda bisa memulai dengan memerhatikan perkembangan fisik hasil ternak budidaya ikan lele yang Anda miliki. Secara fisik, ikan lele yang siap ternak biasanya memiliki panjang tubuh mulai dari 7 hingga 12 sentimeter. Selain itu, warna air kolam juga akan mulai berubah kemerahan. Dalam masa panen ini, Anda harus sigap memisahkan ternak ikan lele ke kolam atau wadah lainnya untuk segera didistribusikan. Selanjutnya, kolam ternak tersebut bisa Anda isi kembali dengan hasil benih baru.


Dalam memulai sebuah bisnis baik dalam skala besar maupun kecil, keberadaan modal cukup dapat memberikan rasa aman untuk menjalaninya. Demi menjaga tingkat keamanan saat berbisnis, tidak ada salahnya Anda untuk menambah modal yang dimiliki saat ini. Oleh karena itu, CIMB Niaga menawarkan produk pinjaman dengan agunan, Xtra Cash untuk memudahkan serta memberikan rasa aman kepada Anda ketika ingin mulai berbisnis. Dengan Xtra Cash dari CIMB Niaga, Anda akan mendapatkan keuntungan berupa proses pengajuan yang mudah dan cepat, suku bunga yang kompetitif, serta persentase nilai pinjaman tinggi dari agunan yang Anda ajukan. Temukan info lengkapnya di sini.

Produk Terkait

Pinjaman dengan Agunan

Deposito, Tabungan Berjangka, Market Linked Deposit dan Obligasi