1. Perhitungan Bunga Transaksi Belanja
ILUSTRASI PERHITUNGAN BUNGA TRANSAKSI BELANJA
Nasabah melakukan transaksi Ritel A sebesar Rp 1.000.000 dan diposting tanggal 5 Juni. Nasabah kemudian melakukan transaksi Ritel B sebesar Rp 3.000.000 dan dicicil selama 6 bulan, cicilan bulanan nya akan diposting setiap tanggal 10. Tanggal cetak tagihan adalah cycle 18.

CATATAN:
- Selisih hari = (B – A) + 1
- Bunga = (Selisih hari x bunga per bulan x 12 x Nominal) / 365
- Asumsi bunga per bulan = 2%
- Pembayaran akan dialokasikan sesuai payment hierarchy yang berlaku:
- Biaya dan Denda (100%)
- Prinsipal (60%) yang dialokasikan sesuai urutan berikut:
- Cash Advance (Tarik Tunai)
- Cicilan Tetap Bulanan / IPP (Installment Payment Plan) → Pokok cicilan tanpa bunga cicilan
- Retail
- Bunga / Interest (40%) → seluruh komponen bunga (bunga ritel dan bunga cicilan tetap)
|
PERLU DIPERHATIKAN:
- Transaksi yang belum jatuh tempo, bunga dan biaya-biaya tidak masuk dalam komponen perhitungan bunga
- Transaksi yang masuk dalam perhitungan bunga adalah transaksi ritel dan pokok cicilan bulanan yang telah ditagihkan (sudah cetak di tagihan bulanan)
- Bunga akan dikenakan apabila Bank tidak menerima pembayaran penuh sejumlah yang ditagihkan pada saat tanggal jatuh tempo (due date)
- Bunga dihitung sejak tanggal pembukuan transaksi (posting date) sampai dengan tanggal dibukukannya pembayaran penuh dari total tagihan pokok (ritel dan cicilan) yang telah melewati tanggal jatuh tempo
- Bunga Revolver muncul jika nasabah tidak melakukan pembayaran penuh atas tagihan 2 bulan sebelumnya (M-2) walaupun nasabah melakukan pembayaran penuh atas tagihan bulan M-1. Bunga harian dihitung dari tanggal cycle terakhir sampai tanggal dibukukannya pembayaran penuh atas total tagihan yang telah melewati tanggal jatuh tempo. Contoh dapat dilihat pada tagihan bulan Agustus pada ilustrasi di atas.
- Jika kondisi di atas terjadi, nasabah belum bisa mengajukan penutupan kartu sampai bunga telah ditagihkan di tagihan bulan berikut nya dan melakukan pembayaran penuh atas bunga dan biaya yang ditagihkan.
2. Perhitungan Bunga Tarik Tunai

PERLU DIPERHATIKAN:
- Perhitungan Bunga atas transaksi tarik tunai (cash advance) akan dihitung dan ditagihkan sejak hari di mana transaksi tarik tunai dibukukan sampai transaksi ritel tersebut terbayar sepenuhnya.
- Bunga dihitung sejak tanggal pembukuan (posting date) sampai dengan tanggal dibukukan nya pembayaran penuh dari total tagihan
- Mengacu kepada ilustrasi perhitungan di atas, walaupun nasabah melakukan pembayaran penuh atas tagihan tanggal 18 Juni, Bank akan menghitung bunga tarik tunai dari tanggal cetak tagihan (cycle date) terakhir sampai dengan tanggal dibukukannya pembayaran penuh (4 Juli), dan akan ditagihkan di tanggal cetak tagihan bulan berikutnya (18 Juli)
- Walaupun nasabah sudah melakukan pembayaran penuh pada saat tanggal jatuh tempo atas transaksi tarik tunai yang dilakukan, dan nasabah hendak melakukan penutupan kartu, namun nasabah belum bisa melakukan penutupan kartu dan mesti menunggu sampai tanggal cetak tagihan bulan berikutnya dan membayar seluruh jumlah tagihan, kemudian proses penutupan kartu baru dapat dilakukan.