production

Credit Protector

 

 
 
 
 

Credit Protector

Asuransi Credit Protector memberikan manfaat berupa pelunasan sebesar Jumlah Tagihan Tertunggak yang dimiliki nasabah pemilik Kartu Kredit CIMB Niaga Visa/Mastercard/JCB dengan tipe Classic, Gold, Platinum, Precious & Premium sebagai peserta jika terjadi risiko kematian, cacat total tetap, atau penyakit kritis atas diri peserta (pemilik kartu kredit). Jumlah Tagihan Tertunggak adalah total tagihan Kartu Kredit sebelum terjadinya peristiwa yang dipertanggungkan termasuk sisa cicilan, biaya-biaya dan bunga yang jatuh tempo yang dikenakan oleh Bank. Biaya dan bunga yang timbul pada Kartu Kredit setelah terjadinya peristiwa yang dipertanggungkan tidak termasuk dalam Jumlah Tagihan Tertunggak.

Credit Protector merupakan produk asuransi jiwa dari Sun Life Financial Indonesia yang memberikan perlindungan pembayaran kartu kredit, jika Anda sebagai nasabah (peserta) mengalami risiko-risiko tak terduga seperti seperti risiko meninggal dunia, meninggal dunia karena kecelakaan, cacat total sementara, cacat total tetap, atau penyakit kritis. Dengan memiliki Credit Protector, Anda bebas dari rasa khawatir terhadap kondisi di mana ahli waris Anda akan terbebani saldo tagihan kartu kredit saat terjadi risiko-risiko tersebut.

PT Sun Life Financial Indonesia merupakan salah satu perusahaan asuransi rekananan PT Bank CIMB Niaga.

Biaya Premi yang Terjangkau :

0,65% per Bulan dari Jumlah Tagihan Tertunggak

*Periode Tagihan April 2022 & Mei 2022 akan dikenakan rate premi 0.55%  dan dikenakan rate premi normal  0,65% mulai periode bulan Juni 2022 dan seterusnya.

Mata Uang

Rupiah

Frekuensi Pembayaran Premi

Bulanan

Masa Kepesertaan

Hingga peserta mencapai usia 65 tahun

Tabel maksimum untuk jumlah tagihan tertunggak:

Tipe Kartu Maksimum Uang Pertanggungan
Kartu Kredit Classic

sampai dengan Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah)

Kartu Kredit Gold, Wave N Go dan OCTO Card

sampai dengan Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah)

Kartu Kredit Platinum & Precious

sampai dengan Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah)

Kartu Kredit Ultimate, World, World Accor, Preferred Infinite & Infinite

sampai dengan Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah)

*tidak berlaku kelipatan

Maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak berdasarkan limit Kartu Kredit yang ditentukan oleh Pemilik Polis

1. Manfaat meninggal dunia

Apabila Peserta Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan dalam Masa Kepesertaan kecuali dalam Masa Tunggu 30 (tiga puluh) hari, maka setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan setelah disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis, Penanggung akan membayarkan 100% (seratus persen) Jumlah Tagihan Tertunggak Kartu Kredit Peserta kepada Pemilik Polis dan tambahan sebesar 25% (dua puluh lima persen) Jumlah Tagihan Tertunggak kepada Penerima Manfaat dengan batas maksimum sebagaimana tercantum dalam Tabel maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak.

Manfaat ini akan dibayarkan setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis. Dengan dibayarkannya Manfaat Meninggal Dunia, seluruh kewajiban Penanggung terhadap Peserta dan/atau Pemilik Polis di kemudian hari menjadi tidak berlaku.

2. Manfaat Meninggal Dunia karena Kecelakaan

Apabila Peserta Meninggal Dunia karena Kecelakaan dalam Masa Kepesertaan, maka setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan setelah disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis, Penanggung akan membayar 100% (seratus persen) Jumlah Tagihan Tertunggak Peserta kepada Pemilik Polis dan sebesar 150% (seratus lima puluh persen) Jumlah Tagihan Tertunggak kepada Penerima Manfaat dengan batas maksimum sebagaimana tercantum dalam Tabel maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak.

Manfaat ini akan dibayarkan setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis. Dengan dibayarkannya Manfaat Meninggal Dunia karena Kecelakaan, seluruh kewajiban Penanggung terhadap Peserta dan/atau Pemilik Polis di kemudian hari menjadi tidak berlaku.

3. Manfaat Cacat Total Sementara

Apabila Peserta mengalami Cacat Total Sementara dalam Masa Kepesertaan, maka setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan setelah disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis, Penanggung akan membayar 100% (seratus persen) dari Cicilan Bulanan Minimum Kartu Kredit kepada Pemilik Polis dan tambahan 25% (dua puluh lima persen) Cicilan Bulanan Minimum yang akan dikreditkan pada Kartu Kredit, selama Peserta mengalami Cacat Total Sementara dan tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan selama Masa Kepesertaan dengan batas maksimum sebagaimana tercantum dalam Tabel maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak. Apabila jumlah tagihan tertunggak pada bulan berikutnya lebih besar dari Jumlah Tagihan Tertunggak, maka Penanggung hanya akan membayarkan Jumlah Tagihan Tertunggak pada bulan saat terjadinya Cacat Total Sementara. Apabila Peserta mengalami Cacat Total Sementara kurang dari 1 (satu) bulan penuh, maka Penanggung akan membayarkan 1/30 (satu per tiga puluh) dari Jumlah Tagihan Tertunggak pada bulan saat terjadinya Cacat Total Sementara dengan batas maksimum sebagaimana tercantum dalam Tabel maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak.

Pembayaran Manfaat Cacat Total Sementara dengan ketentuan bahwa:

(i) Pembayaran Manfaat Asuransi tersebut diberikan tidak lebih dari 12 bulan selama Masa Kepesertaan; dan

(ii) Tidak lebih dari maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak sebagaimana tercantum dalam Tabel maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak;

(iii) Apabila Jumlah Tagihan Tertunggak pada bulan berikutnya lebih besar dari Jumlah Tagihan Tertunggak pada bulan saat terjadinya Cacat Total Sementara, maka Manfaat Asuransi yang dibayarkan adalah sebesar Manfaat Asuransi pada bulan saat terjadinya Cacat Total Sementara;

(iv) Apabila Peserta mengalami Cacat Total Sementara kurang dari 1 bulan penuh, maka pembayaran Manfaat Asuransi akan diberikan sebesar 1/30 dari Jumlah Tagihan Tertunggak sebagaimana tercantum dalam Tabel maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak pada bulan saat terjadinya Cacat Total Sementara.

Manfaat ini akan dibayarkan setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis.

4. Manfaat Cacat Total Tetap

Apabila Peserta mengalami Cacat Total Tetap dalam Masa Kepesertaan, maka setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan setelah disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis, Penanggung akan membayar 100% (seratus persen) dari Jumlah Tagihan Tertunggak Peserta kepada Pemilik Polis dan tambahan 25% (dua puluh lima persen) dari Jumlah Tagihan Tertunggak yang akan dikreditkan pada Kartu Kredit Peserta dengan ketentuan tidak melebihi Jumlah Tagihan Tertunggak pada bulan saat mulai terjadinya Cacat Total Tetap dan batas maksimum sebagaimana tercantum dalam Tabel maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak.

Manfaat ini akan dibayarkan setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis. Dengan dibayarkannya Manfaat Cacat Total Tetap, seluruh kewajiban Penanggung terhadap Peserta dan/atau Pemilik Polis di kemudian hari menjadi tidak berlaku.

5. Manfaat Penyakit Kritis

Apabila Peserta mengalami Penyakit Kritis dalam Masa Kepesertaan, maka setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan setelah disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis, Penanggung akan membayar 100% (seratus persen) Jumlah Tagihan Tertunggak Peserta kepada Pemilik Polis dan tambahan 25% (dua puluh lima persen) Jumlah Tagihan Tertunggak yang akan dikreditkan pada Kartu Kredit Peserta dengan batas maksimum sebagaimana tercantum dalam Tabel maksimum Jumlah Tagihan Tertunggak. Penyakit Kritis yang ditanggung yaitu Kanker, Stroke, Gagal Ginjal, dan Serangan Jantung.

Pembayaran Manfaat Penyakit Kritis dengan ketentuan:

(i) Peserta masih hidup minimal 15 hari setelah menerima Diagnosa Penyakit Kritis; dan

(ii) Peserta menerima diagnosa Penyakit Kritis setelah melampaui Masa Tunggu 90 hari dari Tanggal Berlaku Kepesertaan.

Manfaat ini akan dibayarkan setelah syarat-syarat klaim terpenuhi dan disetujui oleh Penanggung sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Polis. Dengan dibayarkannya Manfaat Penyakit Kritis, seluruh kewajiban Penanggung terhadap Peserta dan/atau Pemilik Polis di kemudian hari menjadi tidak berlaku.

  • Tidak dikenakan biaya tambahan apapun selain biaya komisi dan biaya administratif.
  • Premi yang dibayarkan sudah termasuk biaya komisi untuk tenaga pemasar.

 

Peserta

Pria, usia 35 tahun

Jenis Kartu

Gold

Limit Kartu

Rp 100.000.000

Jumlah tagihan terunggak 

Rp 1.000.000

Premi Plan Plus

Rp 1.000.000 x 0,65% = Rp 6.500

Illustrasi 1:

Peserta Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan dalam Masa Kepesertaan, maka Penanggung akan membayar 100% Jumlah Tagihan Tertunggak yang ditagihkan pada bulan Peserta Meninggal Dunia kepada Pemilik Polis untuk dibayarkan kepada kartu kredit Peserta sebesar Rp1.000.000 dan 25% Jumlah Tagihan Tertunggak kepada Penerima Manfaat sebesar Rp250.000. Dengan dibayarkannya manfaat ini, maka pertanggungan ini menjadi berakhir.

Illustrasi 2:

Peserta Meninggal Dunia karena Kecelakaan dalam Masa Kepesertaan, maka Penanggung akan membayar 100% Jumlah Tagihan Tertunggak yang ditagihkan pada bulan Peserta Meninggal Dunia karena Kecelakaan kepada Pemilik Polis untuk dibayarkan kepada kartu kredit Peserta sebesar Rp1.000.000 dan 150% Jumlah Tagihan Tertunggak kepada Penerima Manfaat sebesar Rp1.500.000. Dengan dibayarkannya manfaat ini, maka pertanggungan ini menjadi berakhir.

Ilustrasi ini tidak mengikat dan bukan merupakan perjanjian asuransi serta bukan bagian dari Polis. Hak dan Kewajiban sebagai Pemilik Polis/Peserta dan ketentuan mengenai produk ini tercantum dalam Polis dan Sertifikat Credit Protector.

  1. Risiko – risiko Produk
  • Risiko klaim ditolak karena Peserta Meninggal Dunia disebabkan oleh hal-hal yang dikecualikan dari asuransi (Pengecualian) atau karena tidak menyampaikan riwayat sakit saat pengajuan asuransi.
  • Risiko pembatalan sepihak/ditutup oleh Penanggung apabila Peserta tidak membayar jumlah pembayaran minimum Kartu Kredit dalam waktu 90 hari sejak tanggal cetak tagihan atau terdapat unsur ketidakbenaran akibat adanya informasi, keterangan, pernyataan atau pemberitahuan yang keliru atau tidak benar atau terdapat penyembunyian keadaan pada formulir pengajuan asuransi.
  1. Hal – hal yang menyebabkan Manfaat Asuransi tidak dibayarkan
  • Data pengajuan klaim tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya;
  • Manfaat berdasarkan Polis ini tidak akan dibayarkan dalam hal terjadinya klaim Manfaat Asuransi sebagai akibat dari peristiwa-peristiwa berikut ini:
    • Perang (dengan atau tanpa pernyataan perang), invasi negara asing ke dalam suatu negara, permusuhan suatu negara dengan negara lain, terorisme, perang saudara, pemberontakan, revolusi, huru hara, kerusuhan, tindakan militer atau kudeta; atau
    • Bunuh diri atau usaha yang mengarah pada bunuh diri dan/atau menyakiti diri sendiri baik dalam keadaan waras atau tidak waras; atau
    • Reaksi nuklir, radiasi atau terkontaminasi zat radio aktif; atau
    • Penggunaan alkohol atau obat-obat terlarang; atau
    • Peserta terlibat dalam:
      1. Tugas militer pada angkatan bersenjata, kepolisian atau suatu badan internasional; atau
      2. Kegiatan berbahaya seperti namun tidak terbatas pada olahraga berbahaya seperti menyelam, balap mobil atau motor atau kendaraan lainnya, pendakian gunung, potholing, panjat tebing, terjun payung, layang gantung, olah raga musim dingin dan/atau yang melibatkan es atau salju, bungee jumping, serta olah raga berbahaya lainnya; atau
      3. Kegiatan penerbangan atau sebagai pilot, kecuali jika menjadi penumpang yang membayar pada penerbangan terjadwal; atau
      4. Kegiatan melanggar hukum;
    • Terdiagnosa dan/atau Terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus), AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), ARC, dan /atau yang berhubungan dengan penyakit tersebut secara langsung atau tidak langsung, termasuk AIDS dan/atau mutasinya, turunannya atau variasi dari virus tersebut segala yang berkaitan dengan akibatnya; atau
    • Kondisi Yang Sudah Ada Sebelumnya; atau
    • Penyakit yang diderita sejak lahir; atau
    • Semua berkaitan dengan kehamilan, kelahiran, keguguran, aborsi, ketidaksuburan dan semua komplikasinya; atau; atau
    • Segala akibat perbuatan kejahatan yang dilakukan dengan sengaja oleh mereka yang berkepentingan atas pertanggungan ini.
  1. Berakhirnya Polis : Asuransi dari setiap Peserta berdasarkan Polis ini otomatis berakhir pada saat terjadi hal berikut (mana yang lebih dahulu):
  1. Penanggung tidak menerima Pembayaran Premi awal yang telah jatuh tempo; atau
  2. Pada saat Penanggung menyetujui pembayaran Manfaat Asuransi: (i) Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan, atau (ii) Meninggal Dunia karena Kecelakaan; atau (iii) Cacat Total Tetap; atau (iv) Penyakit Kritis; atau
  3. Pengakhiran Kartu Kredit, apabila dalam jangka waktu 90 hari setelah tanggal cetak tagihan, Peserta tidak membayar jumlah pembayaran minimum Kartu Kredit; atau
  4. Penanggung tidak menerima Pembayaran Premi yang telah jatuh tempo; atau
  5. Ulang tahun Peserta ke 65; atau
  6. Tanggal berakhirnya Polis berdasarkan kesepakatan yang dibuat secara tertulis antara Pemilik Polis dan Penanggung.

*Penawaran Asuransi melalui telepon dan/atau digital

* Dokumen-dokumen klaim:

  1. Pemberitahuan klaim disampaikan secara tertulis oleh Peserta melalui Pemilik Polis kepada Penanggung sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan.
  2. Jika pemberitahuan klaim disampaikan secara langsung kepada Penanggung tanpa melalui Pemilik Polis, maka Penanggung akan melakukan validasi atas pengajuan klaim tersebut kepada Pemilik Polis dan dapat berkomunikasi langsung dengan Peserta terkait syarat-syarat klaim.
  3. Jika pemberitahuan klaim disampaikan lebih dari jangka waktu yang ditentukan Peserta melalui Pemilik Polis wajib memberikan pernyataan dan alasan keterlambatan pemberitahuan klaim. Penanggung hanya akan melanjutkan proses klaim jika pernyataan dan alasan keterlambatan pemberitahuan klaim tersebut dapat diterima secara wajar oleh Penanggung dan dokumen klaim sudah diterima Penanggung dengan lengkap.
  4. Seluruh dokumen klaim yang diajukan kepada Penanggung wajib menggunakan Bahasa Indonesia atau Inggris.
  5. Penanggung akan membayarkan Manfaat Asuransi dalam waktu maksimal 30 hari kerja sejak pengajuan klaim disetujui oleh Penanggung.
  6. Pemberitahuan klaim karena Peserta Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan wajib segera disampaikan kepada Penanggung paling lambat 30 hari setelah Peserta Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan dan dokumen-dokumen klaim berikut ini wajib segera disampaikan kepada Penanggung paling lambat 90 hari setelah Peserta Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan:
    1. Formulir klaim yang telah diisi dengan lengkap dan benar serta ditandatangani oleh Pemilik Polis atau kuasanya (asli);
    2. Surat kuasa apabila apabila Pemilik Polis diwakili oleh penerima kuasa (asli);
    3. Tanda bukti diri penerima kuasa apabila Pemilik Polis diwakili oleh penerima kuasa (fotokopi);
    4. Surat keterangan Dokter yang diisi oleh Dokter yang memeriksa, yang menyatakan bahwa Peserta Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan atau karena Penyakit, (asli);
    5. Akta kematian dari catatan sipil (fotokopi dilegalisasi);
    6. Surat keterangan kematian dari yang berwenang, dilegalisasi minimal oleh konsulat jenderal RI setempat apabila Peserta Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan di luar negeri (fotokopi dilegalisasi);
    7. Tanda bukti diri Peserta (fotokopi KTP/SIM/akta kelahiran);
    8. Laporan pemeriksaan jenazah (visum et repertum) atau otopsi apabila disyaratkan oleh Penanggung (fotokopi legalisir);
    9. Sertifikat Asuransi Jiwa Credit Protector dan perubahannya (asli);
    10. Tagihan terakhir dari Kartu Kredit sebelum peristiwa yang dipertanggungkan terjadi (fotokopi);
    11. Tagihan terakhir dari Kartu Kredit sebelum klaim diajukan (fotokopi);
    12. Riwayat kesehatan Peserta yang Meninggal Dunia bukan karena Kecelakaan yang dikeluarkan oleh rumah sakit di mana Peserta yang Meninggal Dunia pernah melakukan pengecekan kesehatan atau menerima pengobatan atau perawatan, termasuk fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, catatan medis/resume medis Peserta (apabila disyaratkan oleh Penanggung);
    13. Tanda bukti diri Penerima Manfaat Tambahan (fotokopi KTP dan Kartu Keluarga) untuk Plan Plus; dan
    14. Dokumen-dokumen lain yang dianggap perlu oleh Penanggung yang berkaitan dengan klaim Manfaat Asuransi.
  7. Pemberitahuan klaim karena Meninggal Dunia karena Kecelakaan wajib segera disampaikan kepada Penanggung paling lambat 30 hari setelah Peserta Meninggal Dunia karena Kecelakaan dan dokumen-dokumen klaim berikut ini wajib segera disampaikan kepada Penanggung paling lambat 90 hari setelah Peserta Meninggal Dunia karena Kecelakaan:
    1. Formulir klaim yang telah diisi dengan lengkap dan benar serta ditandatangani oleh Pemilik Polis dan Penerima Manfaat dan atau Penerima Manfaat Tambahan atau kuasanya (asli);
    2. Surat kuasa apabila Pemilik Polis diwakili oleh penerima kuasa (asli);
    3. Tanda bukti diri penerima kuasa apabila Pemilik Polis diwakili oleh penerima kuasa (fotokopi);
    4. Surat keterangan Dokter yang diisi oleh Dokter yang memeriksa, yang menyatakan bahwa Peserta Meninggal Dunia karena Kecelakaan (asli);
    5. Surat keterangan/berita acara pemeriksaan dari kepolisian ditempat terjadinya Kecelakaan jika Peserta Meninggal Dunia karena Kecelakaan (asli);
    6. Akta kematian dari catatan sipil (fotokopi dilegalisasi);
    7. Surat keterangan Kematian dari yang berwenang dilegalisasi minimal oleh konsulat jenderal RI setempat apabila Peserta Meninggal Dunia karena Kecelakaan di luar negeri (fotokopi dilegalisasi);
    8. Tanda bukti diri Peserta (fotokopi KTP/SIM/akta kelahiran);
    9. Surat keterangan/berita acara pemeriksaan dari kepolisian ditempat terjadinya Kecelakaan (fotokopi);
    10. Laporan pemeriksaan jenazah (visum et repertum) atau otopsi apabila diperlukan (fotokopi legalisir);
    11. Sertifikat Asuransi Jiwa Credit Protector dan perubahannya (asli);
    12. Tagihan terakhir dari Kartu Kredit sebelum peristiwa yang dipertanggungkan terjadi (fotokopi);
    13. Tagihan terakhir dari Kartu Kredit sebelum klaim diajukan (fotokopi);
    14. Riwayat kesehatan Peserta yang Meninggal Dunia karena Kecelakaan yang dikeluarkan oleh rumah sakit di mana Peserta yang Meninggal Dunia pernah melakukan pengecekan kesehatan atau menerima pengobatan atau perawatan, termasuk fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, catatan medis/resume medis Peserta (apabila disyaratkan oleh Penanggung); dan
    15. Dokumen-dokumen lain yang dianggap perlu oleh Penanggung yang berkaitan dengan klaim Manfaat Asuransi.
  8. Pemberitahuan klaim karena Peserta mengalami Cacat Total Sementara atau Cacat Total Tetap wajib segera disampaikan kepada Penanggung dan dokumen-dokumen klaim berikut ini wajib segera disampaikan kepada Penanggung paling lambat 30 hari setelah Peserta Cacat Total Sementara atau Cacat Total Tetap:
    1. Formulir klaim yang telah diisi dengan lengkap dan benar serta ditandatangani oleh Peserta dan Pemilik Polis atau kuasanya (asli);
    2. Surat kuasa apabila apabila Peserta atau Pemilik Polis diwakili oleh penerima kuasa (asli);
    3. Tanda bukti diri penerima kuasa apabila Pemilik Polis diwakili oleh penerima kuasa (fotokopi);
    4. Surat Keterangan Dokter yang diisi oleh Dokter yang memeriksa tentang kondisi Cacat Total Sementara atau Cacat Total Tetap yang dialami oleh Peserta (asli);
    5. Tanda bukti diri Peserta (fotokopi KTP/SIM/akta kelahiran);
    6. Surat keterangan/berita acara pemeriksaan dari kepolisian ditempat terjadinya Kecelakaan jika Peserta mengalami Cacat Total Sementara / Cacat Total Tetap karena Kecelakaan (asli);
    7. Sertifikat Asuransi Jiwa Credit Protector dan perubahannya (fotokopi);
    8. Tagihan terakhir dari Kartu Kredit sebelum peristiwa yang dipertanggungkan terjadi (fotokopi);
    9. Tagihan terakhir dari Kartu Kredit sebelum klaim diajukan (fotokopi);
    10. Riwayat kesehatan Peserta yang mengalami Cacat Total Sementara atau Cacat Total Tetap yang dikeluarkan oleh rumah sakit di mana Peserta yang mengalami Cacat Total Sementara atau Cacat Total Tetap pernah melakukan pengecekan kesehatan atau menerima pengobatan atau perawatan, termasuk fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, catatan medis/resume Medis Peserta (apabila disyaratkan oleh Penanggung); dan
    11. Dokumen-dokumen lain yang dianggap perlu oleh Penanggung yang berkaitan dengan klaim Manfaat Asuransi.
  9. Pemberitahuan klaim karena Penyakit Kritis wajib segera disampaikan kepada Penanggung paling lambat 30 hari setelah Peserta mengalami Penyakit Kritis dan dokumen-dokumen klaim berikut ini wajib segera disampaikan kepada Poenanggung paling lambat 60 hari setelah Peserta mengalami Penyakit Kritis:
    1. Formulir pengajuan klaim Penyakit Kritis yang diisi dengan benar dan lengkap dan telah di tandatangani Peserta dan Pemilik Polis atau kuasanya (asli);
    2. Surat kuasa apabila Pemilik Polis atau Peserta diwakili oleh penerima kuasa (asli);
    3. Tanda bukti diri dari pihak yang mengajukan klaim dan kuasanya (bila dikuasakan) (foto kopi);
    4. Surat keterangan Dokter Ahli yang sah dan berwenang yang melakukan Diagnosa Penyakit Kritis untuk pertama kalinya dan/atau yang melakukan perawatan yang menyatakan bahwa Peserta menderita Penyakit Kritis (asli);
    5. Hasil pemeriksaaan laboratorium dan radiologi, ringkasan catatan medik (medical record) dari Dokter yang memeriksa/merawat/melakukan pembedahan Peserta berkaitan dengan Penyakit Kritis yang dideritanya (fotokopi);
    6. Surat Berita Acara Polisi jika Penyakit Kritis disebabkan oleh Kecelakaan (asli);
    7. Tanda bukti diri Peserta (fotokopi KTP/SIM/akta kelahiran) (fotokopi);
    8. Sertifikat Asuransi Jiwa Credit Protector dan perubahannya (asli);
    9. Tagihan terakhir dari Kartu Kredit sebelum kejadian klaim (peristiwa yang dipertanggungkan) (fotokopi);
    10. Tagihan terakhir dari Kartu Kredit sebelum klaim diajukan (fotokopi);
    11. Riwayat kesehatan Peserta yang mengalami Penyakit Kritis yang dikeluarkan oleh rumah sakit di mana Peserta yang mengalami Penyakit Kritis pernah melakukan pengecekan kesehatan atau menerima pengobatan atau perawatan, termasuk fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, catatan medis/resume Medis Peserta (apabila disyaratkan oleh Penanggung); dan
    12. Dokumen-dokumen lain yang dianggap perlu oleh Penanggung yang berkaitan dengan klaim Manfaat Asuransi.
  10. Penanggung berhak untuk meminta pemeriksaan Dokter atau Dokter Ahli yang ditunjuk oleh Penanggung atas dokumen pendukung yang diajukan untuk membuktikan adanya Penyakit Kritis atau penyakit yang sudah ada sebelumnya dengan menunjuk Dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atas diri Peserta sehubungan dengan Penyakit Kritis yang diderita.

Pusat Layanan Nasabah

Hubungi Pusat Layanan Nasabah untuk menyampaikan pertanyaan seputar syarat dan ketentuan lebih lanjut mengenai Produk Asuransi ini atau keluhan melalui e-mail, surat, atau telepon. Waktu operasional Pusat Layanan Nasabah dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan Penanggung.

  • Call Center : 1500 SUN (786) pada hari kerja jam 08.00 WIB – 17.00WIB. (Jam operasional dapat berubah sesuai ketentuan Penanggung)
  • Faksimile : 021-29669806
  • Surat menyurat :
    •  PT Sun Life Financial Indonesia Pusat Layanan Nasabah:
    • Menara Sun Life
    • Jln. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Blok 6.3
    • Kawasan Mega Kuningan
    • Jakarta Selatan 12950
  • E-mail : sli_care@sunlife.com
  • Calon peserta harus membaca dengan teliti Ringkasan Informasi Produk dan Layanan ini dan berhak bertanya kepada tenaga pemasar Sun Life Indonesia atas semua hal terkait Ringkasan Informasi Produk dan Layanan ini.
  • Peserta diwajibkan memberikan informasi dengan benar dan lengkap serta memahami dokumen sebelum ditandatangani.
  • Sun Life Indonesia dapat menolak permohonan produk asuransi ini apabila tidak memenuhi persyaratan dan peraturan yang berlaku.
  • Syarat dan ketentuan mengenai produk ini berlaku sesuai dengan Polis.
  • Ringkasan Informasi Produk dan/atau Layanan ini merupakan penjelasan singkat mengenai produk asuransi yang dipasarkan oleh Sun Life Indonesia, yang bukan merupakan bagian dari Polis dan bukan merupakan perjanjian antara Pemilik Polis dan Sun Life Indonesia.
  • Penanggung wajib untuk menginformasikan segala perubahan atas manfaat, biaya, risiko, syarat dan ketentuan Produk dan Layanan ini melalui surat atau melalui cara-cara lainnya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Pemberitahuan tersebut akan diinformasikan 30 hari kerja sebelum efektif berlakunya perubahan.
  • Produk Asuransi ini bukan merupakan produk dan tanggung jawab Bank serta tidak termasuk dalam cakupan program penjaminan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan perundang-undangan mengenai Lembaga Penjamin Simpanan. Bank juga tidak bertanggung jawab atas segala risiko apapun atas Polis asuransi yang diterbitkan Perusahaan Asuransi sehubungan dengan produk asuransi tersebut.
  • Anda akan menerima penawaran produk Sun Life Indonesia lainnya dan peningkatan kapasitas pelayanan apabila menyetujui untuk membagikan data pribadi.
  • Ringkasan Informasi Produk ini yang juga dapat diunduh melalui www.sunlife.co.id/id/protection/life/credit-protector/.
  • Produk asuransi ini telah disetujui dan tercatat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • PT Sun Life Financial Indonesia telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
  • Penjelasan selengkapnya dapat Peserta pelajari pada Sertifikat yang akan diterbitkan apabila pengajuan asuransi disetujui.

Informasi terkait produk Syariah dapat diakses pada link ini.