production

Market Insight

 

 
 
 
 

24 May 2022

Market review

Utang luar negeri (ULN) sektor swasta Indonesia naik USD 5,7 miliar antara Desember 2019 (sebelum pandemi COVID-19) menjadi USD 206,4 miliar pada Maret 2022. Kenaikan ULN swasta di masa pandemi ini terutama didorong oleh badan usaha milik negara (BUMN) non keuangan (+USD 5,7 miliar), perusahaan non-keuangan asing (+USD 2,7 miliar), perusahaan non-keuangan campuran (+USD 2,6 miliar) dan bank BUMN (+USD 1,6 miliar). Di sisi lain ULN yang turun di masa pandemi adalah bank campuran (-USD 2 miliar), bank asing (-USD 1,4 miliar), perusahaan keuangan non-bank swasta nasional (-USD 1,4 miliar), BUMN keuangan non-bank (-USD 955 juta) dan perusahaan keuangan non-bank campuran (-USD 800 juta).

Di masa pandemi, ULN sektor swasta tumbuh rata-rata 2,8% year-on-year (yoy), turun dari pertumbuhan di tahun 2019 yang rata-rata sebesar 10,4% yoy. Pertumbuhan ULN yang rendah di satu sisi menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia yang masih lemah. Di sisi lain pertumbuhan ULN yang rendah dapat membatasi dampak negatif dari kebijakan likuiditas ketat Federal Reserve.

Rentang perdagangan USD/IDR pada hari ini diperkirakan antara 14.615 – 14.715 (grafik di halaman 2). Pada hari Senin kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) berada pada 14.665.

Pasar Obligasi Negara Indonesia – Indikasi yield pada penutupan hari Senin adalah  3,77% (1Y), 5,97% (3Y), 6,22% (5Y), 7,14% (10Y) dan 7,26% (20Y). Yield turun rata-rata 5 bps di sepanjang kurva dengan penurunan lebih besar pada tenor 15 dan 20 tahun.

Hari ini pemerintah akan melaksanakan lelang obligasi konvensional dengan target antara IDR 20 – 30 triliun. Obligasi yang ditawarkan adalah SPN Agustus 2022, Mei 2023, FR90 (2027), FR91 (2032), FR93 (2037), FR92 (2042) dan FR89 (2051).

Arus dana asing di pasar modal Indonesia relatif stabil berdasarkan data terakhir. Kepemilikan asing pada pasar saham mengalami kenaikan sebanyak IDR 155 miliar sedangkan indeks IHSG ditutup turun 77 poin ke posisi 6.840 pada tanggal 23 Mei 2022. 

Baca lebih lanjut, klik disini.

23 - 27 Mei 2022  

IDR Market – 14.640 / 14.650. Pergerakan USDIDR pada pekan ini diprediksi akan bergerak pada kisaran 14.575 – 14.700. Utang Luar Negeri (ULN) sektor swasta Indonesia naik USD 5.7M antara Desember 2019 (sebelum pandemic COVID-19) menjadi USD 206.4M pada maret 2022.

DXY (Dollar Index) – 102.01. Dolar Indeks bergerak pada level 102,65 – 104,64 minggu lalu, meningkatnya kekhawatiran investor akan dampak inflasi AS yang tinggi serta pernyataan Federal Reserve AS yang hawkish terkait pengetatan kebijakan moneter dan konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung menjadi penggerak dolar indeks pekan lalu.

DXY: Potensi Naik
Support S1 = 102.25 S2 = 101.45 S3 = 100.25
Resistance R1 = 104.20 R2 = 105.40 R3 = 106.20

GBP/USD – 1.2525 / 1.2535. GBPUSD menguat ke level 1.2520 an pada Kamis pekan lalu. Rilis data makro ekonomi AS yang lebih lemah daripada yang diperkirakan dan turunnya yields AS menyebabkan USD tetap berada di bawah tekanan jual, hal ini membuat GBPUSD biergerak naik ke teritori positif.

GBP/USD: Potensi Turun
Support S1 = 1.2295 S2 = 1.2100 S3 = 1.1990
Resistance R1 = 1.2605 R2 = 1.2720 R3 = 1.2915

AUD/USD – 0.7100 / 0.7110. AUDUSD bergerak pada range level 0,6872 – 0,7073 minggu lalu. Pergerakan harga dipicu oleh berita mengenai pemilu Australia pada hari Sabtu pekan lalu, penurunan suku bunga pinjaman serta pelonggaran kebijakan lockdown di China.

AUD/USD: Potensi Turun
Support S1 = 0.6915 S2 = 0.6795 S3 = 0.6715
Resistance R1 = 0.7120 R2 = 0.7195 R3 = 0.7320
 

EUR/USD – 1.0708 / 1.0718. EURUSD bergerak pada range level 1.0400 – 1.0615 minggu lalu, setelah ada pernyataan yang di berikan oleh Klaas Knot (Gubenur bank Sentral Belanda) dimana dalam sebuah wawancaranya mengatakan bahwa ECB sebaiknya menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin pada bulan juni mendatang

EUR/USD: Potensi Turun
Support S1 = 1.0430 S2 = 1.0300 S3 = 1.0210
Resistance R1 = 1.0650 R2 = 1.0735 R3 = 1.0865

Baca lebih lanjut, klik disini.

Currency Open Price Stop Loss Take Profit 1 Take Profit 2
Take Profit 3
Expiry Date
EUR/USD : Sell 1.0760 1.0860 1.0650 1.0535 1.0485

     25 Mei 2022      14:00 WIB

Open Price. Harga pembukaan atau harga pada saat pasar pertama kali dibuka.

Stop Loss. Sebuah order atau perintah untuk menutup posisi yang berguna untuk membatasi kerugian dalam nilai tertentu.

Take Profit. Sebuah order atau perintah untuk menutup posisi untuk membatasi keuntungan dalam nilai tertentu.

Expiry Date. Tanggal dan waktu kadaluarsa untuk indikator open price, stop loss, dan take profit.

Tekanan inflasi global yang tinggi dan kemungkinan disertai dengan kebijakan moneter yang lebih ketat tampaknya menjadi sorotan utama pelaku ekonomi di awal tahun 2022 ini. Perkembangan yang terjadi seiring dengan kembali meningkatnya pergerakan manusia ini dapat diartikan sebagai tantangan dan sekaligus peluang.

Arah pasar komoditas di tahun 2022 menjadi penting karena akan menentukan tekanan inflasi dunia. Pertanyaan yang muncul di benak sebagian pelaku ekonomi adalah apakah kenaikan harga komoditas akan seperti yang terjadi tahun 2021, lebih kecil atau malahan berbalik menurun. Perlu dicatat bahwa kenaikan harga komoditas yang tajam di tahun lalu terutama karena dasar harga yang sangat rendah di tahun 2020.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 5,2% yang masih didukung oleh konsumsi rumah tangga dan belanja investasi. Tentu saja perkiraan ini dengan asumsi bahwa mobilitas masyarakat terus meningkat dan kasus COVID-19 tetap rendah. Peran ekspor neto yang dominan pada pertumbuhan ekonomi nasional antara tahun 2020-2021 diperkirakan akan menurun di tahun ini. Ekspor diperkirakan tumbuh melandai sedangkan impor akan tumbuh sangat tinggi di tahun 2022. Neraca transaksi berjalan yang kemungkinan besar surplus di tahun 2021 diperkirakan akan kembali defisit di tahun 2022.

Cadangan devisa Indonesia di akhir bulan Desember 2021 sebesar USD 144,9 miliar. Cadangan devisa naik USD 9 miliar dari posisi Desember 2020. Cadangan devisa yang cukup besar memberikan rasa aman di tengah risiko kebijakan moneter Federal Reserve yang semakin ketat.

Baca lebih lanjut, klik disini.

This report has been prepared by PT. Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB Niaga). While the information contained in this report has been compiled from reliable sources, CIMB Niaga makes no representation or warranty as to its accuracy or completeness and is not responsible for any errors or omissions. This report is not to be construed as a solicitation of any offer to buy or to sell any securities or foreign exchange and CIMB Niaga does not guarantee the accuracy, timeliness, completeness, performance or fitness for a particular purpose of this report or any of the information. Therefore, the contained information are not guarantees of future performance and undue reliance should not be placed on them. CIMB Niaga may from time to time have positions in or buy or sell any securities or foreign exchanges referred in this report. Foreign exchange rates stated in this report are indicative rate only and are not CIMB Niaga’s foreign exchange rates. It is not allowed to reproduce by any media whatsoever, a part or a whole info, without CIMB Niaga’s prior approval. Copyright 2021 PT. Bank CIMB Niaga Tbk.